Wednesday, September 16, 2009

Manajemen Karakter

Manajemen karakter ~ Perjalanan hidup dan pelayanan kita tidak pernah menjanjikan bahwa semua akan berjalan dengan baik, lancar dan sesuai dengan keinginan serta harapan kita. Ketika situasi, kondisi hidup dan pelayanan kita begitu menekan, menuntut dan tidak bersahabat, kita menjadi gentar, stagnan, kecewa, sakit hati, mengundurkan diri dan kehilangan arah hidup.

Sebaliknya ada masa-masa keemasan, di mana pada fase ini penuh dengan kenangan indah dan membanggakan. Namun ketika berada di puncak, kita bisa lupa diri di mana kaki berpijak. Kehidupan memang acap kali membawa kita menjelajahi irama “gunung dan lembah.” Setiap kita pasti menginginkan semua baik dalam hidupnya. Namun, betapa sering kita terjebak mengejar tujuan dan cita-cita, tapi lupa maknanya.


APA YANG DIPERJUANGKAN?
Hidup adalah perjuangan. Tapi apa yang diperjuang kan? Suatu terminal dengan berbagai atribut kesuksesan, ataukah perjalanan yang penuh hikmah? Semua akan berjalan bersama-sama, namun proses yang akan menentukan hasil. Dalam proses selalu ada reaksi dan respons. Sikap reaktif terjadi ketika emosi, sikap dan tindakan kita terpicu tanpa penguasaan diri. Padahal keberhasilan terletak pada respons yang benar dan bijak. Respon yang benar menunjukkan peran penting akal budi, sikap hati, dan hikmat sejati.

PEMBENTUKAN KARAKTER
Karakter terbentuk oleh beberapa aspek:
Temperamen
Temperamen adalah sifat seseorang yang dimiliki sejak lahir dan yang cenderung memengaruhi respons alamiahnya. Peristiwa yang serupa memberi reaksi berbeda dari masing-masing tipe temperamen. Misalnya, ada orang yang bersemangat menghadapi tantangan, tapi ada yang justru kwatir. Ada yang mudah bekerja dalam kelompok dan ada yang senang bekerja sendiri. Memahami temperamen masing-masing membuat kita lebih mudah mengelola karakter.
Pola Asuh
Masa pertumbuhan berperan penting dalam pembentukan karakter/kepribadian. Pola asuh akan membentuk citra diri dan kebiasaan seseorang. Pengalaman masa lalu/masa kecil memengaruhi sikap dan respons saat menghadapi masalah.
Pendidikan
Pendidikan formal berperan dalam membentuk pola pikir atau paradigma kita. Wawasan yang luas dan sikap obyektif membantu proses tindakan yang responsif. Namun pembelajaran juga bisa berlangsung secara informal. Ada yang belajar secara otodidak, sehingga dapat dikatakan proses pembelajaran berlangsung seumur hidup.
Motivasi
Yang memicu kita untuk melakukan sesuatu ialah motivasi. Dari macam-macam kebutuhan hingga berbagai dorongan perasaan dan empati. Motivasi positif membangun karakter yang positif pula.
Keyakinan
Keyakinan adalah pola kepercayaan atau nilai-nilai yang dianut. Keyakinan menjadi dasar untuk menimbang dan tolok ukur kebenaran. Akan tetapi apa yang diyakini seseorang tidak selalu benar. Itu yang disebut false beliefatau kepercayaan palsu. False belief membuat kita berespons secara keliru pula. Karena itu kita perlu mengevaluasi nilai-nilai apa yang kita anut.
Bukan Instan
Salah satu tanda kedewasaan ialah kualitas karakter seseorang. Karakter dibangun melalui respons yang benar dan bijak. Respons benar yaitu melakukan hal yang benar dengan cara yang benar. Sedangkan respons bijak adalah melakukan hal yang tepat pada saat yang tepat. Karakter adalah fondasi kesuksesan. Karakter dibangun lewat proses kehidupan dan pelayanan.Karena itu mengelola karakter merupakan tanggung jawab pribadi.


TIPS MENGELOLA KARAKTER
Miliki Pola Pikir yang Benar
Kekuatan pengendalian diri terletak pada aspek kognitif atau pola pikir kita. Ada pepatah, seseorang akan menjadi seperti apa yang dipikirkan. Pikiran-pikiran yang benar, positif dan obyektif menjadi sumber kekuatan kesadaran kita untuk mengelola Karakter melalui respons yang benar. Filipi 2:5-8; 4:8
Kembangkan Sikap Hati yang Benar
Suasana hati merupakan sumber motivasi dan penggerak kita. Karena dari hati terpancar kehidupan dan kematian. Raja Daud senantiasa berdoa agar memiliki hati yang tulus dan benar. Sikap hati yang benar menjadi perisai terhadap kejahatan. Amsal 4:23; 1 Samuel 16:7.
Bangunlah Hikmat Sejati
Hikmat melampaui berbagai pengetahuan. Orang yang berhikmat memiliki solusi bahkan ketika tidak ada jalan keluar. Hikmat sanggup memberi pemahaman dan pengertian. Hikmat diperoleh ketika kita memiliki sikap takut akan Tuhan dan mencari-Nya dengan kesungguhan hati. Dengan hikamt, karakter dapat dibangun dan dikelola dengan maksimal. Amsal 3:7

Share this:

Related Posts
Disqus Comments