Wednesday, August 26, 2009

MENEMUKAN KEBAHAGIAAN SEJATI

Kita semua pasti mendambakan kebahagiaan di dunia ini. Itulah sebabnya kita berusaha melakukan banyak hal untuk mendapatkan kebahagiaan. Hiburan, rekreasi, dan fasilitas serba mewah sering menjadi buruan kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Semua itu kita lakukan karena kita menganggap bahwa kebahagiaan identik dengan segala sesuatu yang serba menyenangkan.
Menurut kita, hidup yang tanpa kesusahan, rintangan, pergumukan dan kesulitan adalah hidup yang menyenangkan dan berbahagia. Padahal, arti kebahagiaan yang sesungguhnya adalah kemenangan yang kita peroleh ketika kita berhasil melewati atau menang atas berbagai kesulitan dan pergumulan hidup.

Dua Macam Kebahagiaan yang Sangat Berlawanan


Kriteria kebahagiaan menurut firman Allah memang sangatlah berbeda dengan anggapan dunia. Menurut firman Allah, orang yang berbahagia adalah jika ia tidak mengikuti selera atau cara hidup dunia. Sebaliknya, dunia menganggap bahwa orang yang terlibat dalam kesenangan dunia, pastilah akan berbahagia. Dunia mengatakan bahwa semakin seseorang terlibat dalam kesenangan dunia, semakin ia berbahagia. Sebagai contoh, soal kejujuran. Menurut dunia, kejujuran adalah pilihan sikap yang amat bodoh. Sedangkan menurut firman Allah, kejujuran adalah pilihan wajib bagi setiap anak Allah. Jadi, betapa bedanya arti kebahagiaan menurut firman Allah dan dunia.
Kebahagiaan menurut firman Allah, yaitu: jika kita tidak terlibat dengan kesenangan dunia yang fana, jika kita melakukan kehendak-Nya, jika kita dapat membahagiakan orang lain. Sedangkan kebahagiaan menurut dunia, yaitu: jika kita menikmati kesenangan duniawi sepuas-puasnya, jika kita dengan bebas melakukan segala sesuatu keinginan kita, jika kita dibahagiakan orang lain.

Kunci Kebahagiaan

Orang yang dekat dengan Allah memiliki ciri-ciri khusus. Ciri utamanya adalah senang merenungkan firman Allah. Orang Kristen seperti ini senantiasa merenungkan firman Allah siang dan malam. Lebih dari itu, firman tidak hanya direnungkan, tetapi juga dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Dekat dengan Allah dan merenungkan firman-Nya setiap saat adalah kunci bagi kita untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.

Pembaca yang dikasihi Allah, sebagai kesimpulan dari pembahasan ini, marilah kita terus meningkatkan kualitas hidup keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Kendatipun saat ini kita hidup di tengah masa yang semakin sulit dan penuh tantangan, biarlah kita terus bertekad untuk menjadi umat Allah yang hidup benar dihadapan Allah dan manusia. Dengan demikian, kita juga pasti akan dapat menemukan kebahagiaan sejati.

Share this:

Related Posts
Next Post
Oldest Page
Disqus Comments