Wednesday, October 14, 2009

MEMBERI UNTUK MENERIMA

Ada dua tipe orang sehubungan dengan memberi: beberapa orang memberi untuk hidup, sedangkan yang lain hidup untuk memberi. Dua tipe orang ini tidak saja mempunyai kebiasaan memberi yang sangat berbeda tetapi juga memiliki filosofi yang berbeda.
Misalnya orang yang memberi untuk hidup tidak akan pernah melakukan sesuatu untuk seseorang tanpa mengharapkan imbalan. Tipe orang ini selalu mencatat apa yang dia beri dan terima. Tipe orang ini hanya menghargai bila dia menerima lebih besar daripada yang dia berikan.
Bandingkan sikap itu dengan orang yang hidup untuk memberi. Orang ini tidak mengharapkan imbalan atau bayaran, dan seringkali tersinggung jika ditawarkan kompensasi. Orang seperti ini tidak menilai keadaan memberi dengan apa yang akan dia terima sebagai balasannya. Penilaiannya berdasarkan pertanyaan "Sudahkah hal ini menolong orang yang membutuhkan?"
Orang yang memberi untuk hidup aakan selalu bertanya, "Berapa banyak aku harus memberi?" Tujuannya adalah memberi "secukupnya". Tipe orang ini mengutamakan yang minimum.
Orang yang hidup untuk memberi akan selalu bertanya,"Berapa banyak lagi yang diperlukan untuk memenuhi yang membutuhkan?" Sering kali dia akan menanggapi kebutuhan yang sama berulang kali sampai dipenuhi semuanya. Perhatiannya adalah dalam memecahkan masalah dan memenuhi yang membutuhkan. Tipe orang ini mengutamakan yang maksimum.
Filosofi "Saya hidup untuk memberi" adalah filosofi yang Tuhan inginkan. Tuhan sendiri adalah teladan filosofi ini yang sempurna ketika Dia memberikan diriNya kepada dunia.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments