Saturday, September 25, 2010

Hidup Dalam Pengharapan

Roma 5:1-11

Dua minggu setelah gempa dahsyat yang mengguncang Haiti, regu penolong atau yang sering kita dengar yaitu tim SAR, menganggap bahwa tidak mungkin masih ada orang yang bertahan hidup setelah lebih dari 10 hari, tidak makan, tidak minum dan tubuh terjepit diantara reruntuhan. Fakta membuktikan bahwa ternyata masih ada yang tetap hidup. Orang itu namanya: Emanuel Buteau. Ia ditemukan masih bernafas.
Lalu segera ia dilarikan ke rumah sakit darurat. Setelah pulih, para wartawan ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh Emanuel Buteau, sehingga ia bisa bertahan hidup. Wartawan mengajukan pertanyaan demikian: “Apa yang membuatmu bisa bertahan?” Emanuel menjawab: “Selama terjepit, saya terus berseru memohon pertolongan Tuhan. Pengharapan saya tidak sia-sia. Kuasa-Nya bekerja!”
Pengharapan itu bagaikan jangkar perahu atau kapal. Begitu ditancapkan ke dasar laut, perahu atau kapal menjadi mantap. Punya pegangan. Tidak diombang-ambingkan gelombang. Tidak terseret oleh arus laut yang kencang sekalipun.
Demikian juga dengan kita yang hidup dan melayani Tuhan. Kalau kita melayani dengan penuh pengharapan kepada Tuhan, maka kita tidak akan gampang marah, tidak akan mudah kecewa, dan tidak akan selalu mengeluh. Pertanyaan yang perlu kita ajukan untuk direnungkan ialah apa untungnya hidup dalam pengharapan?
1.Pengharapan membuat kita bisa berjalan mantap menatap masa depan – Roma 5:1-2.
2.Pengharapan membuat kita semakin tekun dan tahan banting – Roma 5:3-4.
3.Pengharapan tidak akan membuat hati kita menjadi pahit walau jalan di depan sulit – Roma 5:5.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments