Kamis

Ajaran Tentang Roh Kudus

Nas : Kis 5:3-4
Ayat: "Tetapi Petrus berkata: 'Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.'"
Sangat perlu bahwa orang percaya menyadari pentingnya Roh Kudus di dalam maksud penebusan Allah. Banyak orang Kristen tidak memikirkan betapa besar perbedaannya kalau tidak ada Roh Kudus di dunia ini. Tanpa Roh Kudus tidak ada penciptaan, alam semesta, dan umat manusia (Kej 1:2; Ayub 33:4). Tanpa Roh Kudus tidak ada Alkitab (2Pet 1:21), tidak ada PB (Yoh 14:26; 15:26-27; 1Kor 2:10-14), tidak ada kuasa untuk memberitakan Injil (Kis 1:8). Tanpa Roh Kudus tidak ada iman, kelahiran baru, kesucian, dan bahkan juga orang Kristen di dunia ini. Artikel ini menyelidiki beberapa ajaran utama tentang Roh Kudus.

PRIBADI ROH KUDUS.

Di seluruh Alkitab, Roh Kudus diperkenalkan sebagai oknum yang mempunyai kepribadian-Nya sendiri (2Kor 3:17-18; Ibr 9:14; 1Pet 1:2). Dia adalah oknum ilahi seperti Bapa dan Anak. Karena itu kita tidak boleh menganggap Roh Kudus hanya sebagai suatu pengaruh atau kuasa saja. Dia memiliki ciri-ciri pribadi, karena Dia berpikir (Rom 8:27), merasa (Rom 15:30), berkehendak (1Kor 12:11), serta berkemampuan untuk mengasihi dan menikmati persekutuan. Dia diutus oleh Bapa untuk membawa orang percaya ke dalam hadirat dan persekutuan Yesus yang intim (Yoh 14:16-18,26).

Berdasarkan kebenaran tersebut kita harus menghadapi Dia sebagai suatu Oknum dan menganggap-Nya sebagai Allah yang hidup dan tak terbatas yang tinggal di dalam hati kita, layak untuk disembah, dikasihi dan menerima penyerahan kita.
KARYA ROH KUDUS.
1. Penyataan Roh Kudus dalam PL. Untuk uraian tentang pekerjaan Roh Allah dalam PL
2. Penyataan Roh Kudus dalam PB.
(a) Roh Kudus adalah pelaksana keselamatan, menginsafkan orang akan dosa (Yoh 16:7-8), menyatakan kebenaran tentang Yesus (Yoh 14:16,26), memberi kita kelahiran baru (Yoh 3:3-6) serta memasukkan kita ke dalam tubuh Kristus (1Kor 12:13). Pada saat pertobatan kita menerima Roh Kudus (Yoh 3:3-6; 20:22) dan mengambil bagian di dalam kodrat ilahi (2Pet 1:4).
(b) Roh Kudus adalah pelaksana pengudusan. Pada saat pertobatan orang percaya didiami Roh Kudus dan dipengaruhi kuasa penyucian-Nya (Rom 8:9; 1Kor 6:19). Perhatikan hal-hal yang dilakukan Roh Kudus sementara diam dalam kita. Dia menyucikan kita, yaitu, Dia membersihkan, menuntun, dan mendorong kita untuk hidup kudus, membebaskan kita dari belenggu dosa (Rom 8:2- 4; Gal 5:16-17; 2Tes 2:13). Dia bersaksi kepada kita bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rom 8:16), menolong dalam penyembahan kita kepada Allah (Kis 10:46) dan di dalam kehidupan doa kita. Dialah yang mengadakan syafaat bagi kita ketika kita berseru kepada Allah (Rom 8:26-27). Dia menghasilkan sifat-sifat yang mirip sifat Kristus di dalam diri kita yang memuliakan Kristus (Gal 5:22,23; 1Pet 1:2), Dialah guru ilahi kita, memimpin kita kepada seluruh kebenaran (Yoh 16:13; 14:26; 1Kor 2:9- 16), menyatakan Yesus kepada kita dan menuntun kita ke dalam persekutuan dan persatuan yang erat dengan Yesus (Yoh 14:16-18; 16:14). Roh Kudus senantiasa mencurahkan kasih Allah kepada kita (Rom 5:5) serta memberikan sukacita, hiburan, dan pertolongan (Yoh 14:16; 1Tes 1:6).
(c) Roh Kudus adalah pelaksana pelayanan, menguasakan orang percaya untuk bersaksi dan melayani. Karya ini berkaitan dengan baptisan atau kepenuhan Roh.
Ketika kita dibaptis dalam Roh Kudus, kita menerima kuasa untuk bersaksi bagi Kristus dan bekerja dengan efektif dalam gereja dan di hadapan dunia (Kis 1:8). Kita menerima pengurapan ilahi yang sama yang turun atas Yesus (Yoh 1:32-33) dan para rasul (Kis 2:4; lih. Kis 1:5), yang menyanggupkan kita untuk memberitakan Firman Allah (Kis 1:8; 4:31) dan mengadakan mukjizat (Kis 2:43; 3:2-8; Kis 5:15; 6:8; 10:38). Allah bermaksud agar semua orang percaya mengalami baptisan di dalam Roh Kudus sepanjang zaman ini (Kis 2:39). Dalam bidang pelayanan, Roh Kudus memberikan karunia-karunia rohani kepada setiap anggota jemaat untuk membangun dan menguatkan gereja (1Kor 12:1- 14:40). Karunia-karunia ini merupakan perwujudan dari Roh melalui individu yang dengannya kehadiran, kasih, dan kebenaran Kristus dinyatakan kepada persekutuan orang percaya untuk kepentingan bersama (1Kor 12:7-11).
(d) Roh Kudus menjadi pelaksana yang memasukkan orang percaya ke dalam tubuh Kristus (1Kor 12:13), hidup di dalam gereja (1Kor 3:16), membangun gereja (Ef 2:22), mengilhami penyembahannya (Fili 3:3), mengarahkan misinya (Kis 13:2,4), menetapkan pekerja- pekerjanya (Kis 20:28), memberikan karunia kepada gereja (1Kor 12:1-11), mengurapi para pengkhotbahnya (Kis 2:4; 1Kor 2:4), menjaga Injil (2Tim 1:14) dan memajukan kebenarannya (Yoh 16:8; 1Kor 3:16; 1Kor 6:18-20).
Berbagai kegiatan Roh Kudus itu bersifat saling mendukung dan bukan bertentangan. Pada saat yang bersamaan, segi-segi dari karya Roh Kudus itu saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Kita tidak mungkin mengalami: (a) kepenuhan hidup baru di dalam Kristus, (b) kebenaran sebagai cara hidup, (c) kuasa untuk bersaksi bagi Tuhan kita atau (d) persekutuan di dalam tubuh-Nya tanpa terlibat dalam kesemuanya ini. Misalnya, baptisan di dalam Roh Kudus tidak dapat dipertahankan terlepas dari pekerjaan Roh yang menghasilkan kebenaran di dalam kita serta menuntun kita kepada pengenalan akan dan komitmen kepada kebenaran Alkitab.


YESUS DAN ROH KUDUS

Nas : Luk 11:13
Ayat: "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Yesus mempunyai hubungan yang khusus dengan Roh Kudus, suatu hubungan yang penting untuk kehidupan pribadi kita. Artikel ini menyelidiki hubungan tersebut dan berbagai implikasinya yang praktis.

NUBUAT PERJANJIAN LAMA.

Dalam nubuat-nubuat PL tentang kedatangan Mesias, beberapa meramalkan secara khusus bahwa Dia akan dikuasai oleh Roh Kudus: Yes 11:2; Yes 61:1-3; Yes 11:2; 61:1-3. Ketika Yesus membaca dari Yes 61:1-2 dalam rumah ibadat di Nazaret, Dia mengatakan "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya" (Luk 4:18-21).
KELAHIRAN KRISTUS.
Baik Matius maupun Lukas menyatakan secara tegas dan jelas bahwa Yesus datang ke dunia ini sebagai akibat dari suatu perbuatan ajaib yang dilakukan Allah. Ia dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh Maria, seorang perawan (Mat 1:18,23; Luk 1:27). Karena penghamilan yang ajaib ini, Yesus adalah "kudus" (Luk 1:35), yaitu bebas dari segala noda dosa. Hal ini melayakkan Dia untuk menanggung kesalahan dosa kita dan mengadakan pendamaian – Mat. 1:23). Tanpa seorang Juruselamat yang sempurna dan tak berdosa, kita tidak dapat mengalami penebusan.

BAPTISAN YESUS.

Ketika Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, maka Yesus sendiri diurapi oleh Roh (Mat 3:16-17; Luk 3:21-22), sedangkan kemudian Ia membaptis para murid-Nya dengan Roh pada hari Pentakosta dan sepanjang zaman gereja (lih. Luk 3:16; Kis 1:4-5; 2:33,38-39). Roh Kudus dalam rupa burung merpati turun ke atas-Nya, serta melengkapi Dia dengan kuasa yang besar untuk melakukan pelayanan-Nya, termasuk karya penebusan-Nya. Ketika Tuhan kita pergi ke padang gurun setelah Ia mendapat baptisan air, Ia "penuh dengan Roh Kudus" (Luk 4:1). Sebagaimana yang terjadi dengan Tuhan kita, maka semua orang yang telah mengalami kelahiran kembali secara adikodrati oleh Roh Kudus seharusnya mengalami baptisan dalam Roh agar memperoleh kuasa di dalam kehidupan mereka dan untuk pelayanan mereka – Kis.1:8.

YESUS DICOBAI OLEH IBLIS.

Segera setelah baptisan-Nya, Yesus dipimpin oleh Roh ke padang gurun. Di situ Ia dicobai oleh Iblis selama empat puluh hari (Luk 4:1-2). Hanya karena Ia penuh dengan Roh Kudus, Yesus sanggup menghadapi Iblis secara langsung dan melawan pencobaan-pencobaan yang menimpa diri-Nya. Demikian juga, Allah bermaksud agar kita tidak menghadapi kekuatan rohani dari kejahatan dan dosa tanpa kuasa Roh. Kita harus dilengkapi dengan kelimpahan-Nya dan mengikuti pimpinan-Nya agar kita beroleh kemenangan atas Iblis. Dalam pandangan Allah, kita bukanlah anak-anak-Nya yang "normal" jika kita tidak dipenuhi dengan Roh dan hidup oleh kuasa-Nya.

PELAYANAN YESUS.

Dalam petunjuk Yesus mengenai penggenapan nubuat Yesaya tentang kedatangan Roh di atas-Nya, Dia memakai ayat yang sama untuk meringkaskan sifat dari pelayanan-Nya sebagai pemberitaan, penyembuhan dan pelepasan (Yes 61:1-2; Luk 4:16-19).
1. Roh Kudus mengurapi dan memberi kuasa kepada Yesus untuk misi-Nya. Yesus adalah Allah (Yoh 1:1), tetapi Dia juga manusia (1Tim 2:5). Sebagai seorang manusia Ia harus mengandalkan pertolongan dan kuasa Roh untuk melaksanakan semua tanggung jawab-Nya di hadapan Allah (bd. Mat 12:28; Luk 4:1,14; Rom 8:11; Ibr 9:14).
2. Hanya sebagai seorang yang diurapi oleh Roh dapatlah Yesus hidup, melayani, dan memberitakan Injil (Kis 10:38). Dalam hal ini Ia menjadi teladan yang sempurna bagi orang Kristen; setiap orang percaya hendaknya menerima kelimpahan Roh Kudus

JANJI YESUS MENGENAI ROH KUDUS.

Yohanes Pembaptis telah bernubuat bahwa Yesus akan membaptis para pengikut-Nya dengan Roh Kudus (Mat 3:11; Mr 1:8; Luk 3:16; Yoh 1:33), suatu nubuat yang diulangi oleh Yesus sendiri (Kis 1:5; 11:16). Dalam Luk 11:13, Yesus berjanji akan memberikan Roh Kudus kepada semua orang yang memintanya (lih. cat. tentang ayat tersebut). Semua ayat ini menunjuk kepada kelimpahan Roh yang menurut janji Yesus akan diberikan kepada mereka yang sudah menjadi anak Bapa di sorga -- suatu janji yang pertama kalinya digenapi pada hari Pentakosta – Kis. 2:4), dan tetap merupakan janji bagi semua orang yang telah menjadi murid-Nya dan meminta baptisan dalam Roh (lih. Kis 1:5; Kis 2:39).

KEBANGKITAN YESUS.

Oleh kuasa Roh Kudus, Yesus dibangkitkan dari kubur dan dengan demikian dibenarkan sebagai Mesias dan Putra Allah yang benar. Dalam Rom 1:3-4 kita membaca bahwa melalui Roh kekudusan (yaitu, Roh Kudus) Yesus "dinyatakan ... Anak Allah yang berkuasa," dan dalam Rom 8:11 bahwa "Roh ... telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati." Sebagaimana Yesus bergantung pada Roh Kudus untuk kebangkitan-Nya, demikianlah orang percaya bergantung pada Roh untuk hidup rohani sekarang dan kebangkitan fisik di masa depan (Rom 8:10-11).

KENAIKAN YESUS KE SORGA.

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Bapa-Nya serta memerintah bersama atas Kerajaan Allah (Mr 16:19; Luk 24:51; Kis 1:9-11; Ef 4:8-10). Dalam kedudukan yang mulia ini Ia menerima Roh Kudus dari Bapa-Nya dan mencurahkan Roh ke atas umat-Nya pada hari Pentakosta (Kis 2:33; bd. Yoh 16:5-14), dan dengan demikian memperkokoh ketuhanan-Nya sebagai nabi, imam, dan raja. Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dan sepanjang zaman membuktikan kehadiran dan kekuasaan yang tak putus-putus dari Juruselamat yang agung.

DEKATNYA YESUS DENGAN UMATNYA.

Sebagai salah satu tugas-Nya sekarang ini, Roh Kudus mengambil apa yang dimiliki Kristus dan menyatakannya kepada orang percaya (Yoh 16:14-15). Yaitu, manfaat-manfaat yang memulihkan dari keselamatan di dalam Kristus disampaikan kepada kita melalui Roh (bd. Rom 8:14-16; Gal 4:6). Yang paling penting ialah dekatnya Yesus dengan kita (Yoh 14:18). Roh itu menyadarkan kita akan kehadiran Yesus secara pribadi, kasih, berkat, pertolongan, pengampunan, penyembuhan-Nya, dan segala sesuatu yang menjadi milik kita oleh iman. Demikian pula, Roh itu menarik hati kita untuk mencari Tuhan dalam kasih, doa, dan ibadat (lih. Yoh 4:23-24; Yoh 16:14.

YESUS KEMBALI UNTUK UMATNYA.

Yesus telah berjanji untuk kembali dan mengambil umat-Nya yang setia untuk tinggal bersama Dia selama-lamanya – Yoh. 14:3; 1 Tes 4:13-18. Inilah harapan yang bahagia dari semua orang percaya (Tit 2:13), peristiwa yang kita doakan dan rindukan (2Tim 4:8). Alkitab menyatakan bahwa Roh Kudus memimpin hati kita untuk berseru kepada Allah memohon kedatangan Tuhan kembali. Roh itulah yang bersaksi bahwa pembebasan kita tetap tidak lengkap sampai Kristus kembali (bd. Rom 8:23). Pada akhir Alkitab, Roh Kudus mengilhamkan penulisan kata-kata, "datanglah, Tuhan Yesus" (Wahy 22:20).

ROH KUDUS DI DALAM PERJANJIAN LAMA
Nas : Yoel 2:28-29

Ayat: "Kemudian dari pada itu akan terjadi bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu."
Roh Kudus adalah salah satu dari tiga oknum dari tritunggal Allah yang kekal – Mr. 1:11; Walaupun kuasa-Nya yang penuh tidak dinyatakan kepada umat Allah sebelum pelayanan Yesus dan kemudian, pada hari Pentakosta (lih. Kis 2:1-47), terdapat bagian-bagian PL yang mengacu kepada Dia dan karya-Nya. Artikel ini membahas ajaran-ajaran PL tentang Roh Kudus.

ISTILAH YANG DIPAKAI.

Kata bahasa Ibrani untuk "Roh" adalah _ruah_, suatu kata yang kadang-kadang diterjemahkan dengan "angin" atau "nafas". Jadi, acuan-acuan PL kepada nafas Allah atau angin dari Allah (mis. Kej 2:7; Yeh 37:9-10) juga dapat mengacu kepada karya Roh Kudus.

KARYA ROH KUDUS DALAM PERJANJIAN LAMA.

Alkitab menguraikan berbagai aktivitas Roh Kudus di zaman PL.
1. Roh Kudus memainkan peranan aktif dalam penciptaan. Ayat kedua di Alkitab kedua mengatakan bahwa "Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air" (Kej 1:2), bersiap-siap untuk firman kreatif Allah untuk membentuk dunia. Baik Firman Allah (yaitu, oknum kedua dalam Tritunggal) maupun Roh Allah menjadi pelaksana dalam penciptaan (lih. Ayub 26:13; Mazm 33:6; Roh juga adalah pencipta kehidupan. Ketika Allah menciptakan Adam, niscaya Roh Allah yang menghembuskan nafas hidup ke dalam dirinya (Kej 2:7; bd. Ayub 27:3), dan Roh Kudus tetap terlibat dalam memberikan hidup kepada makhluk-makhluk ciptaan Allah (Ayub 33:4; Mazm 104:30).
2. Roh itu aktif dalam menyampaikan amanat Allah kepada umat-Nya. Misalnya, Roh Kuduslah yang mengajar orang Israel di padang gurun (Neh 9:20). Ketika para pemazmur Israel memanjatkan puji-pujian mereka, hal itu dilakukan dengan Roh Tuhan (2Sam 23:2; bd. Kis 1:16,20). Demikian pula, para nabi diilhami oleh Roh Allah untuk memberitakan firman-Nya kepada umat itu (Bil 11:29; 1Sam 10:5-6,10; 2Taw 20:14; 24:19-20; Neh 9:30; Yes 61:1-3; Mi 3:8; Za 7:12; bd. 2Pet 1:20-21). Menurut Yehezkiel, salah satu kunci untuk menemukan nabi palsu ialah bahwa mereka "bernubuat sesuka hatinya" dan bukan dari Roh Allah (Yeh 13:2-3); tetapi, perhatikan, bahwa ada kemungkinan Roh Allah menghinggapi seorang yang hubungannya tidak benar dengan Allah agar ia menyampaikan berita yang benar tentang umat Allah – Bil. 24:2.
3. Kepemimpinan umat Allah pada zaman PL dikuasai oleh Roh Tuhan. Musa, misalnya, adalah seorang yang dipenuhi Roh Allah sedemikian rupa sehingga ia ikut merasakan perasaan Allah, menderita bersama-Nya dan menjadi marah terhadap dosa bersama Dia – Kel. 33:11 bd. Kel 32:19. Ketika Musa dengan taat memilih tujuh puluh tua-tua untuk membantunya memimpin bangsa Israel, Allah mengambil Roh yang ada pada Musa dan menaruh-Nya atas mereka (Bil 11:16-17; Bil 11:12). Demikian pula, ketika Yosua ditugaskan untuk menggantikan Musa sebagai pemimpin, Allah menunjukkan bahwa "roh" (yaitu Roh Kudus) ada di dalam dirinya – Bil. 27:18. Roh yang sama menguasai Gideon (Hak 6:34), Daud (1Sam 16:13) dan Zerubabel (Za 4:6). Dengan kata lain, di dalam PL syarat terpenting yang diperlukan untuk kepemimpinan adalah kehadiran Roh Allah.
4. Roh Allah juga dapat datang atas orang-orang tertentu untuk membekali mereka bagi tugas khusus. Contoh terkemuka dalam PL adalah Yusuf yang menerima Roh untuk memungkinkan dia berfungsi secara efektif dalam pemerintahan Firaun (Kej 41:38). Perhatikan juga Bezaleel dan Oholiab yang dipenuhi Roh Allah untuk melaksanakan berbagai karya seni yang perlu dalam pembangunan Kemah Suci dan juga mengajar orang lain (lih. Kel 31:1-11; 35:30-35). Pengertian "dipenuhi Roh Kudus" di sini tidaklah persis sama dengan baptisan Roh Kudus dalam PB. Dengan kata lain, dalam PL, Roh Kudus datang atas dan menguasakan hanya sedikit orang pilihan untuk pelayanan khusus bagi Allah – Kel. 31:3. Roh Tuhan menghinggapi banyak hakim, seperti Otniel (Hak 3:9-10), Gideon (Hak 6:34), Yefta (Hak 11:29) dan Simson (Hak 14:5-6; Hak 15:14-16); contoh-contoh ini menyatakan prinsip abadi Allah bahwa ketika Dia memilih untuk memakai seorang secara luar biasa, Roh Tuhan turun di atas mereka.
5. Juga ada sesuatu kesadaran dalam PL bahwa Roh Tuhan ingin menuntun seorang pada tingkat kehidupan benar; Daud menegaskan hal ini dalam beberapa mazmurnya (Mazm 51:12-15; 143:10). Umat Allah yang mengikuti jalan mereka sendiri dan tidak mendengarkan Allah sebenarnya menolak untuk mengikut jalan Roh – Kej. 16:2. Orang yang lalai untuk hidup sesuai dengan Roh Allah sudah pasti mengalami suatu bentuk hukuman Allah – Bil. 14:29; Ul 1:26.
6. Perhatikan bahwa pada zaman PL Roh Kudus turun atas atau memenuhi hanya beberapa orang, menguasakan mereka untuk melayani atau bernubuat. Tidak ada pencurahan Roh Kudus secara umum atas semua orang Israel (bd. Yoel 2:28-29; Kis 2:4,16-18); pencurahan Roh dalam arti yang lebih luas ini baru dimulai pada hari raya Pentakosta. (Kis 2:1-47).

JANJI KUASA SEPENUHNYA DARI ROH.

PL memandang ke depan pada zaman Roh yang akan datang, yaitu zaman PB.
1. Pada beberapa peristiwa, para nabi bernubuat tentang peranan yang akan dimainkan Roh di dalam hidup Mesias yang akan datang. Yesaya secara khusus melukiskan Raja dan Hamba Tuhan yang akan datang sebagai Dia yang atasnya Roh Allah akan tinggal secara khusus (lih. Yes 11:1-2; 42:1; Yes 61:1-3). Ketika Yesus membaca dari Yes 61:1-11 di sinagoge Nazaret, Dia mengakhirinya dengan mengatakan "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya" (Luk 4:21).
2. Nubuat PL lainnya memandang ke depan ketika akan terjadi pencurahan Roh Kudus secara umum atas semua umat Allah. Bagian yang paling terkemuka ialah Yoel 2:28-29, nas yang dikutip pada hari Pentakosta oleh Petrus (Kis 2:17-18); tetapi berita yang sama juga dapat dijumpai dalam Yes 32:15- 17; 44:3-5; 59:20-21; Yeh 11:19-20; Yeh 36:26-27; 37:14; 39:29. Allah berjanji bahwa ketika hidup dan kuasa Roh-Nya akan turun atas umat-Nya, mereka akan disanggupkan untuk bernubuat, melihat penglihatan, mendapat mimpi-mimpi nubuat, hidup dengan taat, kudus dan benar, dan bersaksi dengan kuasa besar. Jadi nabi-nabi PL melihat ke depan dan bernubuat tentang zaman Mesias ketika pencurahan dan pemenuhan Roh Kudus atas seluruh umat manusia akan terjadi; akhirnya hal itu terjadi pada hari Pentakosta (sepuluh hari setelah Yesus naik ke sorga), dengan hasil penuaian keselamatan yang besar (bd. Yoel 2:28,32; Kis 2:41; 4:4; 13:44,48- 49).

BAPTISAN DALAM ROH KUDUS

Nas : Kis 1:5
Ayat: "Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Salah satu doktrin terpenting dalam Alkitab adalah baptisan dalam Roh Kudus – Kis. 1:4, tentang istilah "baptisan dalam" sebagai ganti istilah "baptisan dengan" Roh Kudus). Mengenai baptisan dalam Roh Kudus, Firman Allah mengajarkan yang berikut.
1. Baptisan dalam Roh ini dimaksudkan bagi semua orang yang mengaku percaya kepada Yesus, telah dilahirkan baru, dan didiami oleh Roh Kudus.
2. Salah satu sasaran utama misi Yesus di dunia ini ialah membaptiskan para pengikut-Nya dalam Roh Kudus (Mat 3:11; Mr 1:8; Luk 3:16; Yoh 1:33). Dia memerintahkan murid-murid-Nya untuk tidak mulai bersaksi sebelum mereka dibaptis dalam Roh dan "diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi" (Luk 24:49; Kis 1:4-5,8). Yesus Kristus sendiri tidak mulai pelayanan-Nya sehingga "Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa" (Kis 10:38; bd. Luk 4:1,18).
3. Baptisan dalam Roh Kudus ini merupakan pekerjaan Roh yang berbeda dan terpisah dari karya pembaharuan. Sama seperti karya pengudusan Roh merupakan pekerjaan yang berbeda yang melengkapi pembaharuan Roh, demikian pula baptisan dalam Roh ini menyempurnakan karya pembaharuan dan pengudusan-Nya. Pada hari kebangkitan-Nya, Kristus mengembusi murid-murid-Nya sambil berkata, "Terimalah Roh Kudus" (Yoh 20:22). Hal ini menunjukkan bahwa pembaharuan dan hidup baru telah diberi kepada mereka. Beberapa saat kemudian Dia memberitahukan bahwa mereka harus "diperlengkapi dengan kuasa" oleh Roh Kudus (Luk 24:49; bd. Kis 1:5,8). Bagi murid-murid jelas sekali pengalaman ini terjadi sesudah pembaharuan – Kis. 11:17. Seseorang dapat lahir baru dan didiami Roh Kudus namun belum dibaptis dalam Roh Kudus – Kis. 19:6.
4. Dibaptis dalam Roh artinya dipenuhi dengan Roh (bd. Kis 1:5; Kis 2:4). Akan tetapi, baptisan ini hanya terjadi pada saat dan sesudah hari Pentakosta. Mengenai mereka yang dipenuhi Roh sebelum hari Pentakosta (mis. Luk 1:15,67), Lukas tidak menggunakan istilah baptisan dalam Roh Kudus. Hal ini hanya akan terjadi sesudah kenaikan Kristus (Luk 24:49-51; Yoh 16:7-14; Kis 1:4).
5. Dalam kitab Kisah Para Rasul, berkata-kata dengan bahasa roh, sebagaimana diberikan oleh Roh untuk diucapkan, adalah tanda pertama yang menyertai baptisan dalam Roh (Kis 2:4; 10:45-46; 19:6). Baptisan dalam Roh berkaitan begitu erat dengan penyataan lahiriah bahasa roh sehingga hal ini harus dianggap biasa bila menerima baptisan Roh Kudus.
6. Baptisan dalam Roh Kudus akan memberikan keberanian pribadi dan kuasa Roh Kudus ke dalam kehidupan seorang percaya supaya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar dalam nama Kristus serta meningkatkan keefektifan kesaksian dan pemberitaannya (bd. Kis 1:8; 2:14-41; Kis 4:31; 6:8; Rom 15:18-19; 1Kor 2:4). Kuasa ini bukan suatu kekuatan yang tidak bersifat pribadi, melainkan suatu penyataan Roh Kudus yang membuat Yesus dan kemuliaan serta pekerjaan-Nya hadir di tengah-tengah umat-Nya (Yoh 14:16-18; 16:14; 1Kor 12:7).
7. Akibat-akibat yang lain dari suatu baptisan yang sesungguhnya dalam Roh Kudus adalah:
(a) nubuat dan pemujaan (Kis 2:4,17; 10:46; 1Kor 14:2); (b) peningkatan kepekaan akan dosa yang mendukakan Roh Kudus, pencarian akan kebenaran yang lebih sungguh-sungguh dan kesadaran yang lebih akan hukuman Allah terhadap semua kefasikan – Yoh. 16:8; Kis 1:8; (c) suatu kehidupan yang memuliakan Yesus Kristus (Yoh 16:13-14; Kis 4:33); (d) penglihatan-penglihatan yang baru (Kis 2:17); (e) perwujudan dari berbagai karunia Roh (1Kor 12:4-10); (f) keinginan yang makin besar untuk berdoa (Kis 2:41-42; 3:1; Kis 4:23-31; 6:4; 10:9; Rom 8:26); (g) kasih dan pengertian yang lebih dalam terhadap Firman Allah (Yoh 16:13; Kis 2:42) dan (h) kesadaran yang makin bertambah tentang Allah sebagai Bapa pribadi (Kis 1:4; Rom 8:15; Gal 4:6).
8. Firman Allah memberikan beberapa syarat untuk menerima baptisan dalam Roh Kudus.
(a) Kita harus menerima Yesus Kristus dengan iman sebagai Tuhan dan Juruselamat serta berbalik dari dosa dan dunia (Kis 2:38-40; Kis 8:12-17). Ini menyangkut penyerahan kehendak kita kepada Allah ("semua orang yang menaati Dia", Kis 5:32). Kita harus berbalik dari segala sesuatu yang melukai hati Allah sebelum kita dapat menjadi "sarana (terjemahan naskah NIV) untuk maksud yang mulia, ... dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan mulia" (2Tim 2:21). (b) Kita harus ingin dipenuhi. Setiap orang Kristen seharusnya memiliki kerinduan yang sangat mendalam untuk dibaptis dalam Roh (Yoh 7:37-39; bd. Yes 44:3; Mat 5:6; 6:33). (c) Kita sering kali menerima baptisan ini sebagai jawaban atas doa (Luk 11:13; Kis 1:14; 2:1-4; 4:31; 8:15,17). (d) Kita harus yakin bahwa Allah akan membaptiskan kita dalam Roh Kudus (Mr 11:24; Kis 1:4-5).
9. Baptisan dalam Roh Kudus dipertahankan dalam kehidupan seorang percaya dengan doa (Kis 4:31), kesaksian (Kis 4:31,33), penyembahan di dalam Roh (Ef 5:18-19), dan kehidupan yang disucikan - Ef .5:18. Bagaimanapun berkuasanya kedatangan pertama Roh Kudus di dalam seorang percaya, jikalau tidak dinyatakan dalam kehidupan doa, kesaksian, dan kesucian, maka tidak lama kemudian pengalaman itu akan pudar kemuliaannya.
10. Baptisan dalam Roh Kudus hanya terjadi satu kali saja dalam kehidupan seorang Kristen dan mengarah kepada pengabdian orang percaya itu kepada pekerjaan Allah berupa bersaksi dengan kuasa dan kebenaran. Alkitab mengajarkan bahwa boleh jadi orang percaya diisi kembali setelah ia menerima baptisan Roh – Kis. 4:31; bd. Kis 2:4; 4:8,31; 13:9; Ef 5:18). Dengan demikian, baptisan dalam Roh membawa orang percaya ke dalam suatu hubungan dengan Roh yang harus diperbaharui (Kis 4:31) dan dipelihara (Ef 5:18).

PEMBAHARUAN PARA MURID

Nas : Yoh 20:22
Ayat: “Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata, 'Terimalah Roh Kudus.” Pemberian Roh Kudus oleh Yesus kepada murid-murid-Nya pada hari kebangkitan ini bukanlah baptisan dalam Roh sebagaimana dialami pada hari Pentakosta (Kis 1:5; 2:4). Peristiwa ini sekedar pemasukan pertama dari kehadiran Roh Kudus yang membaharui di dalam para murid dan hidup yang baru dari Kristus yang sudah bangkit.
1. Sementara ajaran terakhir-Nya sebelum pengadilan dan penyaliban, Yesus berjanji kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan menerima Roh Kudus selaku Oknum yang akan membaharui mereka, "Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu" – Yoh. 14:17). Yesus kini menggenapi janji tersebut.
2. Bahwa Yoh 20:22 berkaitan dengan pembaharuan dapat disimpulkan dari ungkapan, "Ia mengembusi mereka." Kata Yunani untuk "mengembuskan" (_emphusao_) merupakan kata kerja yang dipakai dalam Septuaginta (terjemahan PL dalam bah. Yunani) untuk Kej 2:7 di mana "Allah ... mengembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya (Adam); demikian manusia itu menjadi makhluk yang hidup." Kata kerja yang sama ditemukan dalam Yeh 37:9, !!"... berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini supaya mereka hidup kembali." Pemakaian kata kerja ini oleh Yohanes menunjukkan bahwa Yesus sedang memberikan Roh Kudus supaya mendatangkan hidup dan ciptaan yang baru. Yaitu, sama seperti Allah dahulu mengembuskan nafas kehidupan ke dalam manusia jasmaniah dan jadilah manusia ciptaan yang baru (Kej 2:7), demikian pula sekarang Yesus mengembuskan nafas kehidupan rohani ke dalam hidup murid-murid-Nya sehingga mereka kini menjadi ciptaan yang baru. Melalui kebangkitan-Nya, Yesus menjadi "roh yang menghidupkan" (1Kor 15:45).
3. Ungkapan "terimalah Roh Kudus" menetapkan bahwa Roh Kudus pada saat historis itu masuk dan mulai hidup di dalam para murid. Bentuk kata kerja dari "menerima" ini dalam bahasa Yunani adalah dalam bentuk aorist imperatif (labete dari akar kata lambano) menunjuk kepada tindakan penerimaan yang sekali saja. Roh Kudus diberikan untuk memperbaharui mereka, menjadikan mereka ciptaan baru di dalam Kristus (bd. 2Kor 5:17). Menerima hidup dari Roh Kudus ini mendahului penerimaan kekuasaan dari Yesus (Yoh 20:23) dan baptisan dalam Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kis 2:4).
4. Sebelum peristiwa ini, sebenarnya para murid merupakan orang percaya dan pengikut Yesus yang sejati dan diselamatkan menurut persediaan perjanjian lama. Sekalipun demikian mereka belum dibaharui dalam pengertian perjanjian baru. Baru pada saat inilah mereka memasuki persediaan perjanjian baru yang berlandaskan kematian dan kebangkitan Yesus (lih. Mat 26:28; Luk 22:20; 1Kor 11:25; Ef 2:15-16; Ibr 9:15-17; Sebenarnya juga baru pada saat inilah gereja lahir dan bukan pada hari Pentakosta. Kelahiran rohani para murid itu dan kelahiran gereja terjadi bersamaan.
5. Bagian ini penting untuk memahami pelayanan Roh Kudus kepada umat Allah. Dua pernyataan ini benar:
(a) para murid menerima Roh Kudus (yaitu, mereka didiami dan dibaharui oleh Roh Kudus) sebelum hari Pentakosta, dan (b) pencurahan Roh Kudus di Kis 2:4 merupakan pengalaman pasca-pembaharuan. Dengan demikian, pembaptisan dalam Roh Kudus pada hari Pentakosta merupakan pekerjaan Roh Kudus yang kedua dan khusus dalam diri mereka.
6. Kedua pekerjaan yang berbeda dan khusus dari Roh Kudus ini dalam kehidupan murid Yesus berlaku bagi semua orang Kristen. Yaitu, semua orang percaya menerima Roh Kudus pada saat mereka dilahirkan kembali dan kemudian itu harus mengalami baptisan dalam Roh Kudus untuk memperoleh kuasa menjadi saksi-saksi-Nya (Kis 1:5,8; 2:4; Kis 2:39).
7. Tidak ada dasar alkitabiah bagi anggapan bahwa pemberian Roh Kudus dalam Yoh 20:22 hanya merupakan nubuat simbolis dari datangnya Roh Kudus pada hari Pentakosta. Penggunaan bentuk aorist imperatif untuk kata "menerima" (lih. di atas) dengan jelas menunjukkan penerimaan pada saat dan tempat itu. Yang terjadi adalah suatu peristiwa historis dalam ruang dan waktu, dan Yohanes mengisahkannya sedemikian.
Tentang Roh Kudus
Doktrin yang benar tentang keilahian dan kepribadian Roh Kudus
Keilahian Roh Kudus
Sebutan Allah dan Roh Kudus digunakan secara interchangeable
8. Kitab Suci menggunakan sebutan Roh Kudus dan Allah / Tuhan (ADONAI) / TUHAN (Yahweh) secara interchangeable (= bisa dibolak-balik). Contoh:
a. Suara Tuhan = Firman Roh Kudus
Bandingkan Yes 6:8-10 dengan Kis 28:25-27
Yes 6:8-10 - "Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: 'Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?'. Maka sahutku: 'Ini aku, utuslah aku!'. Kemudian firmanNya: 'Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya lalu berbalik dan menjadi sembuh'".
Kis 28:25-27 - "Maka bubarlah pertemuan itu dengan tidak ada kesesuaian di antara mereka. Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: 'Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya: Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka'".
Kalau kita membandingkan 2 bagian Kitab Suci di atas, maka jelas terlihat bahwa apa yang dikatakan Paulus dalam Kis 28:25-27 itu ia kutip dari Yes 6:8-10. Tetapi dalam Yes 6:8-10 itu dikatakan bahwa itu adalah 'suara Tuhan' kepada nabi Yesaya, sedangkan dalam Kis 28:25-27 itu Paulus berkata bahwa 'firman itu disampaikan oleh Roh Kudus' dengan perantaraan nabi Yesaya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan sendiri!
b. Mencobai Roh Kudus = mencobai Allah
Bandingkan Ibr 3:7-11 dengan Maz 95:7b-11 dan Kel 17:1-7
Ibr 3:7-11 - "Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: 'Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatanKu, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalanKu, sehingga Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan masuk ke tempat perhentianKu'".
Karena kata-kata dalam Ibr 3:7-11 ini merupakan kata-kata Roh Kudus, maka kata-kata 'mencobai Aku' berarti 'mencobai Roh Kudus'.
Kalau sekarang kita melihat dalam Maz 95:7b-11, yang hampir-hampir identik dengan Ibr 3:7-11 tadi, maka bisa kita dapatkan dari Maz 95:8 bahwa itu adalah peristiwa yang terjadi di Masa & Meriba. Dan peristiwa Masa & Meriba itu diceritakan dalam Kel 17:1-7. Sekarang perhatikan Kel 17:7 yang berbunyi: "Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: 'Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?'".
Jadi ternyata disini dipakai istilah 'mencobai TUHAN (Yahweh)', padahal tadi dalam Ibr 3:7-11 dikatakan bahwa mereka 'mencobai Roh Kudus'. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah TUHAN (Yahweh)!
c. Mendustai Roh Kudus = mendustai Allah
Mari kita melihat pada Kis 5:3-4 yang berbunyi sbb: "Tetapi Petrus berkata: 'Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah".
Perhatikan bahwa kalau dalam Kis 5:3 Petrus berkata bahwa Ananias 'mendustai Roh Kudus', maka dalam Kis 5:4 Petrus berkata bahwa Ananias 'mendustai Allah'. Ini lagi-lagi menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Allah!
d. Roh Kudus = Allah
Dalam 1Kor 3:16 Paulus berkata bahwa tubuh kita adalah 'bait Allah' (= rumah Allah), tetapi anehnya ia melanjutkan dengan kata-kata 'dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu'.
Kalau memang tubuh kita adalah bait / rumah Allah, maka itu seharusnya berarti bahwa Allahlah yang tinggal di dalam tubuh kita. Tetapi Paulus mengatakan Roh Allah (= Roh Kudus) yang tinggal di dalam kita.
Dan kalau kita melihat dalam 1Kor 6:19 maka di sana Paulus berkata bahwa tubuh kita adalah 'bait Roh Kudus'. Semua ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah Allah!
e. Roh TUHAN = TUHAN
Kalau kita membandingkan Yes 40:13 dengan Yes 40:14 maka bisa kita simpulkan bahwa 'Roh TUHAN' dalam Yes 40:13 itu adalah 'TUHAN' dalam Yes 40:14.
9. Roh Kudus memiliki sifat-sifat Allah
Kitab Suci juga menunjukkan bahwa Roh Kudus mempunyai sifat-sifat Allah seperti:
kekal (Ibr 9:14)
maha ada (Maz 139:7-10)
maha tahu (1Kor 2:10-11 Yes 40:13)
1Kor 2:10-11 yang menunjukkan bahwa Roh Kudus itu tahu apa yang ada dalam diri Allah, jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus itu maha tahu!
maha kuasa (Mat 12:28)
suci
Ini terlihat dari sebutan 'kudus', dan juga terlihat dari Ef 4:30 yang menunjukkan bahwa dosa kita mendukakan Roh Kudus.
10. Roh Kudus melakukan pekerjaan Ilahi
Kitab Suci juga menunjukkan bahwa Roh Kudus melakukan pekerjaan-pekerjaan ilahi seperti:
penciptaan (Kej 1:2 Ayub 33:4)
melahirbarukan (Yoh 3:5-6 Tit 3:5)
membangkitkan Yesus (Ro 8:11)
11. Nama Roh Kudus sejajar dengan Nama Bapa dan Anak
Nama Roh Kudus ditempatkan dalam posisi yang sejajar dengan nama Bapa dan Anak, seperti dalam Mat 28:19 dan 2Kor 13:13.
Memang tidak selalu penyejajaran nama berarti bahwa orang-orangnya setingkat. Misalnya dikatakan bahwa presiden Suharto berbicara dengan si A. Ini tentu tidak berarti bahwa si A juga harus adalah presiden / kepala negara.
Tetapi perlu sdr ingat bahwa dalam Mat 28:19 nama Bapa, Anak dan Roh Kudus disejajarkan bukan dalam sembarang peristiwa, tetapi dalam formula baptisan. Adalah aneh, bahkan tidak masuk akal, kalau Yesus memerintahkan supaya seseorang dibaptis dalam nama Bapa (yang adalah Allah), Anak (yang juga adalah Allah), dan Roh Kudus (yang bukan Allah, bahkan bukan pribadi).
Demikian juga dalam 2Kor 13:13 Paulus menyejajarkan Yesus, Allah (Bapa) dan Roh Kudus, bukan dalam peristiwa sembarangan, tetapi pada saat ia memberi berkat kepada gereja Korintus.
Karena itu bisa disimpulkan bahwa dalam 2 ayat tsb, penyejajaran Bapa, Anak dan Roh Kudus menunjukkan bahwa 3 pribadi itu setingkat! Dan ini membuktikan bahwa Roh Kudus adalah Allah sendiri!
12. Kepribadian Roh Kudus
Sebetulnya dengan terbuktinya bahwa Roh Kudus adalah Allah sendiri (bukan sekedar 'kuasa Allah' yang jelas tak berpribadi), maka sudah jelas bahwa Roh Kudus adalah seseorang yang berpribadi! Dan kalau dikatakan oleh penulis TAA maupun orang-orang Saksi Yehovah bahwa rasul Paulus / penulis Kitab Suci tidak pernah secara explicit mengatakan bahwa Roh Kudus adalah seorang pribadi, itu belum / tidak berarti bahwa Roh Kudus bukanlah seorang pribadi. Perlu sdr ingat bahwa Kitab Suci juga tak pernah secara explicit menyatakan Allah Bapa atau Yesus sebagai seorang pribadi!
Sekarang saya akan memberikan bukti-bukti dari Kitab Suci yang menunjukkan bahwa Roh Kudus memang adalah seseorang yang berpribadi.
13. Sebutan terhadap Roh Kudus
Sebutan yang digunakan terhadap Roh Kudus menunjukkan bahwa Ia adalah seorang pribadi.
Dalam Yoh 14:16, Yoh 14:26, Yoh 15:26, dan Yoh 16:7, Roh Kudus disebut sebagai 'Penolong / Penghibur'. Dalam bahasa Yunani, semua ayat ini menggunakan istilah yang sama yaitu PARAKLETOS.
Penggunaan istilah ini untuk Roh Kudus menunjukkan bahwa Ia adalah seorang Pribadi.
Perlu juga diketahui bahwa istilah PARAKLETOS ini juga digunakan terhadap Yesus Kristus dalam 1Yoh 2:1 (Kitab Suci Indonesia menterjemahkan 'Pengantara'). Lalu Yoh 14:16 menyebut Roh Kudus sebagai 'PARAKLETOS (= Penolong) yang lain'.
Ada 2 kata bahasa Yunani yang berarti 'yang lain (= another)', yaitu ALLOS dan HETEROS. Tetapi kedua kata ini ada bedanya.
W.E. Vine dalam An Expository Dictionary of New Testament Words mengatakan sbb: "ALLOS ... denotes another of the same sort; HETEROS ... denotes another of a different sort" (= ALLOS ... menunjuk pada yang lain dari jenis yang sama; HETEROS ... menunjuk pada yang lain dari jenis yang berbeda).
Kata Yunani yang diterjemahkan 'yang lain' dalam Yoh 14:16 bukanlah HETEROS, tetapi ALLOS. Andaikata yang digunakan adalah HETEROS, maka itu akan menunjukkan adanya perbedaan sifat antara Yesus dan Roh Kudus, sehingga bisa saja Yesus adalah Allah dan seorang yang berpribadi, sedangkan Roh Kudus bukan. Tetapi karena kata Yunani yang digunakan adalah ALLOS, ini menunjukkan bahwa Roh Kudus, sekalipun adalah PARAKLETOS yang lain dari pada Yesus, tetapi mempunyai sifat-sifat yang sama dengan Yesus.
Karena itu dalam komentarnya tentang ayat ini William Hendriksen mengatakan: "He is another Helper, not a different Helper. The word another indicates one like myself, who will take my place, do my work. Hence, if Jesus is a person, the Holy Spirit must also be a person" (= Ia adalah Penolong yang lain, bukan Penolong yang berbeda. Kata yang lain menunjukkan seseorang seperti aku sendiri, yang akan mengambil tempatku, melakukan pekerjaanku. Jadi, jika Yesus adalah seorang pribadi, Roh Kudus harus juga adalah seorang pribadi).
William Hendriksen bahkan melanjutkan dengan berkata: "For the same reason, if Jesus is divine, the Spirit, too, must be divine" (= dengan alasan yang sama, jika Yesus bersifat ilahi / adalah Allah, Roh juga harus bersifat ilahi / adalah Allah).
14. Ciri-ciri pribadi dalam diri Roh Kudus
Roh Kudus mempunyai ciri-ciri seorang pribadi, yaitu adanya:
a. Pikiran
Yoh 14:26 mengatakan bahwa fungsi Roh Kudus adalah mengajar dan mengingatkan orang percaya akan firman Tuhan. Bahwa Ia bisa mengajar dan mengingatkan, jelas menunjukkan bahwa Ia mempunyai pikiran.
b. Perasaan
Ef 4:30 mengatakan bahwa kita tidak boleh mendukakan Roh Kudus. Yes 63:10 juga berbicara tentang orang-orang yang mendukakan Roh Kudus. Ini jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus mempunyai perasaan.
c. Kehendak
1Kor 12:11 mengatakan: "Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus mempunyai kehendak.
15. Roh Kudus bertindak sebagaimana layaknya seorang pribadi
Kitab Suci juga menyatakan bahwa Roh Kudus melakukan hal-hal seperti:
mengajar (Luk 12:12 Yoh 14:26)
mengingatkan (Yoh 14:26)
bersaksi (Yoh 15:26 Ro 8:16)
menginsafkan dunia (Yoh 16:8)
berkata dan memerintah (Kis 8:29 Kis 13:2)
memutuskan (Kis 15:28)
membangkitkan, menghidupkan (Ro 8:11)
menyelidiki, tahu apa yang ada dalam diri Allah (1Kor 2:10-11)
Hal-hal seperti ini hanya bisa dilakukan oleh 'seseorang yang berpribadi', bukan oleh 'sesuatu yang tak berpribadi'!

Roh Kudus yang Dijanjikan
Nas: Yohanes 14: 15-17, 16:12-15

Istilah "Janji adalah hutang." Bagi yang berjanji ada tanggung jawab yang harus dipenuhi dan harus berupaya agar janji itu tidak menjadi janji yang kosong. Bagi yang menerima janji, janji adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu untuk dapat segera terpenuhi.
Menanti janji, melihat faktor orang yang berjanji bila dapat dipercaya kita akan menanti dengan sungguh-sungguh pemenuhan janji itu dan kita tidak akan meremehkan bila pemberi janji tidak dapat dipercaya, kita cenderung mengabaikan dan meremehkan janji tersebut.
Bagaimana dengan janji Kristus ? Sebelum meninggalkan murid-muridnya, Ia berjanji untuk memberi penolong atau penghibur yang lain sebagai ganti dirinya kepada orang percaya. Apakah janji ini dapat dipercaya ? Tentu karena janji ini sudah ditepati. Itu berarti janji bagi kita orang percaya sudah ditepati tentang kedatangan penolong yang lain. Hari ini kita tidak akan bicara tentang bagaimana janji itu dipenuhi dan bagaiman terjadinya peristiwa turunnya Roh Kudus, karena saya yakin kita telah tahu melalui kotbah atau lewat Alkitab yang kita baca. Hari ini kita akan melihat, apa atau siapa penolong lain yang dijanjikan oleh Yesus dan apa yang
dilakukan penolong itu untuk kita orang percaya.
1. Mengenal Pribadi yang dijanjikan
Apa atau siapa Roh Kudus atau penolong lain yang dijanjikan Yesus? Pengenalan kita akan Roh Kudus sangat penting karena pengenalan kita akan mempengaruhi sikap dan tindakan kita. Dalam perkembangan Kekristen keberadaan Roh Kudus sering disalah mengerti. Sebagian orang memiliki pemahaman yang kabur tentang Roh Kudus.
Beberapa pandangan keliru tentang Roh Kudus
Roh Kudus bukan Allah
Roh Kudus bukan pribadi
Banyak orang meragukan keberadaan Roh Kudus sebagai pribadi, mereka menganggap Roh Kudus adalah kuasa yang aktif dari Allah yang bergerak dan bekerja hanya berdasarkan perintah Allah tanpa memiliki kemauan kehendak dan pikiran yang mandiri seperti Tuhan Yesus atau Allah Bapa.
Penyebab: Roh Kudus dilambangkan dengan sesuatu yang abstrak seperti air; api; burung merpati. Yoh. 14:16 = meminta Bapa untuk mengirim penolong yang lain. Penolong yang lain = penolong sebelumnya = Yesus = pribadi.
Roh Kudus adalah pribadi: memiliki ciri-ciri pribadi: Intelek, perasaan dan kehendak ia diperlakukan sebagai pribadi: bisa didustai, bisa didukakan, bisa berdoa untuk kita.
Beda dengan robot = tidak dapat disebut pribadi = tidak memiliki ciri pribadi. Bisa memiliki intelek = diprogram, tapi tidak dapat memiliki perasaan dan kehendak. Tidak bisa bersedih, tidak bisa dibohongi, dan tidak bisa didukakan.
Jadi Roh Kudus adalah pribadi, bukan hanya sekedar kuasa. Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal dan memiliki kedudukan yang sama dengan Allah Bapa dan Allah Putra. Ia bukan hanya kuasa Allah tapi Allah yang berkuasa. Ia melakukan apa yang hanya dapat dilakukan Allah yaitu mencipta dan melahirkan kembali. Ia memiliki atribut Allah yaitu: maha hadir; kekal; maha kuasa; maha tahu.
Secara sederhana kita dapat menyimpulkan bahwa:
Roh Kudus adalah Allah
Roh Kudus memiliki kuasa yang sederajat dengan Allah Bapa dan Putra
Roh Kudus adalah Allah yang mulia dan patut kita sembah
Implikasinya: kita tidak perlu ragu terhadap kekuasaan dan kasih Roh Kudus karena ia adalah Allah.
II. Mengenal apa yang dilakukan Roh Kudus untuk kita
Setelah kita mengenal siapa Roh Kudus, kini kita akan melihat apa yang dilakukan Roh Kudus dalam hidup kita sebagai orang percaya. Yohanes 14:16 Roh Kudus disebut sebagai penolong dan dalam Yohanes 16:7 Roh Kudus disebut sebagi penghibur.
Penolong dari bahasa Yunani Parakletos yang artinya bukan hanya penolong atau penghibur tetapi memiliki arti yang lebih dalam yaitu: Penolong ini sekaligus menjalankan fungsiNya sebagai Penasehat / Pembimbing, Peneguh (yang menguatkan), Penunjang (supporter), Pembela (advokat), Sekutu, Penghibur, dan Pengantara. Parakletos memiliki pengertian seperti inang pengasuh yang dengan setia berada didekat anak asuhnya dan dengan sigap melakukan sesuatu yang dapat membawa kebaikan bagi anak asuhnya.
Roh Kudus bukan hanya penghibur yang menghibur dikala kita berduka = memang ada saatnya kita hanya membutuhkan penghiburan tetapi Roh Kudus adalah Allah yang siap: menolong; menasehati; membela; menguatkan dalam menghadapi persoalan dan kesulitan hidup
Ini menjadi pemghiburan yang besar bagi kita: menghadapi persoalan = merasa tidak ada yang meolong/ membela = Roh Kudus yang menjadi peolong dan pembela asal kita menyerahkan hidup kita dengan sungguh-sungguh dibawah pimpinan Roh Kudus.
Selanjutnya Yoh. 16: 13 memimpin kita pada kebenaran. Saat Yesus ada didunia masih ada banyak kebenaran yang belum dapat dimengerti oleh murid-muridnya. Kedatangan Roh Kudus menolong murid-murid untuk mengerti kebenaran-kebenaran yang masih belum terungkap. Roh Kudus menolong kita untuk mengerti kebenaran Allah. Ketika kita menerima Kristus sebagi Tuhan dan Juru selamat, dimulailah perjalan untuk mengenal Allah dengan kebenarannya. Dengan kemampuan kita sendiri = sulit mengerti kebenaran Allah. Tetapi Roh Kudus akan menolong kita, memberikan pencerahan dan pengertian agar kita mengerti kebenaran dan kehendak Allah. Karena itu setiap kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan kita memerlukan Roh Kudus untuk menolong kita.
Roh Kudus akan menolong kita asal kita mau merendahkan hati dibawah pimpinannya. Yang berikutnya: Yohanes 14:17 akhir: Ia akan menyertai dan berdiam didalam kita. Ia bukan hanya bersama dengan kita tapi ia tinggal didalam kita. Artinya ia akan selalu bersama dengan kita dan mengetahuai apa yang kita lakukan. Ia akan mendukung dan meyertai apa yang kita lakukan bila itu baik dan berkenan kepada Allah. ia akan menegur, mengingatkan dan juga menghukum kita bila perbuatan kita tidak berkenan kepada Allah.
Jadi dengan Roh Kudus tinggal dan menyertai hidup kita ada 2 sisi penting:
Sisi yang menghibur
Sisi yang menjadi peringatan
Sisi yang menghibur: bahwa Roh Kudus ada dan bersama kita dalam keadaan apapun juga:
keadaan menderita, keadaan sedih, kesepian , tidak ada yang mengerti. Sisi peringata: Roh Kudus tahu apa yang kita lakukan, karena itu jangan main-main dengan dosa. Dengan mengetahui siapa Roh Kudus dan apa yang dilakukan untuk kita maka kita menjadi kuat dan dihiburkan oleh Janji Kristus yang manis.

Roh Kudus dan Hari Pentakosta

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran … tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh.14:16,26)

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8). Ayat-ayat di atas yang ditulis pada abad I dengan jelas menunjukkan adanya tiga pribadi Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam keesaan Allah yang tunggal, dan menggambarkan pribadi ketiga yang bernama Roh Kudus, Roh Kebenaran, yang adalah Penolong yang Lain yang diutus oleh Bapa sebagai penghibur yang akan mengajar dan mengingatkan umat serta memberi kuasa dan menyertai umat kristen selama-lamanya.

PENGAKUAN GEREJA-GEREJA YANG AM

Gambaran mengenai Tritunggal diterima secara luas sejak awal sejarah gereja, dan keyakinan akan kepribadian Roh Kudus dengan jelas dapat dibaca dalam pengakuan gereja Katolik Roma (www.newadvent.org/cathen/07409a.htm), yaitu:
The Holy Ghost is the Third Person of the Blessed Trinity. Though really distinct, as a Person, from the Father and the Son, He is consubstantial with Them; being God like Them, He possesses with Them one and the same Divine Essence or Nature. He proceeds, not by way of generation, but by way of spiration, from the Father and the Son together, as from a single principle.
Gereja Orthodox Timur mengaku: “The Holy Trinity is three, distinct, divine persons,” demikian pula pengakuan gereja-gereja Protestan, seperti gereja Lutheran yang mengaku: "we worship one God in Trinity, and Trinity in Unity; …For there is one Person of the Father, another of the Son, and another of the Holy Ghost,” demikian juga pengakuan Gereja Presbyterian (Calvinist) di USA: “We trust in the one triune God, the Holy One of Israel, whom alone we worship and serve; Glory be to the Father, and to the Son, and to the Holy Spirit. Amen.” Gereja Baptist yang diwakili Southern Baptist Convention di USA juga mengaku: “There is one and only one living and true God. … The eternal triune God reveals Himself to us as Father, Son, and Holy Spirit, with distinct personal attributes, but without division of nature, essence, or being.”
Gereja Pentakosta tertua (Church of God, Cleveland, Tenessee, 1886) percaya: “In one God eternally existing in three persons; namely, the Father, Son, and Holy Ghost,” dan Seventhday Adventist (1860) mengaku: “There is one God: Father, Son, and Holy Spirit, a unity of three co-eternal Persons.”
Kecuali Gereja Pentakosta (menekankan karunia Roh Kudus dan baptisan Roh) dan Seventhday Adventist (menekankan Akhir Zaman dan hari Sabat) yang tetap menerima keyakinan Tritunggal, pada abad XIX timbul aliran-aliran kultus/sektarian yang menganut faham anti-trinitarian seperti Unitarian (Allah itu Tunggal), Binitarian (Allah itu dua pribadi), maupun Sabelian/Modalism (Allah yang Tunggal menyatakan diri dalam tiga modus; Yesus adalah Yahweh).

ROH KUDUS ADALAH PRIBADI

Saksi-Saksi Yehuwa (Unitarian), Church of God 7th-day (Binitarian), dan Sacred Name Movement (Ada yang Unitarian, Binitarian, dan Sabellian) umumnya sepakat mengikuti faham SSY bahwa: ‘Roh Kudus bukanlah pribadi melainkan tenaga aktif Allah.’ ‘ruach’ (‘pneuma’ dalam bhs. yunani) diartikan sebagai ‘nafas, angin, roh’ yang tidak berpribadi sama halnya dengan ‘tenaga’ atau ‘kekuatan.’
Memang dalam berbagai ayat ‘ruach’ (PL; PB: pneuma) berarti ‘angin atau nafas,’ namun ruach/pneuma juga berarti ‘pribadi roh rasional’ di banyak bagian Alkitab. Strong Concordance menyebut ‘ruach’ sebagai ‘angin, nafas,’ tapi juga ‘roh pribadi rasional.’ Dan ‘pneuma’ juga disebut sebagai ‘angin, nafas’ tapi juga ‘roh pribadi manusia rasional’ atau ‘mahluk roh rasional seperti malaekat, setan, dan Roh Allah, Roh Kristus, dan Roh Kudus.’
Dalam PL ada ayat yang membedakan pengertian ‘Ruach’ dengan ‘Nafas Hidup:’ “Roh (Ruach) Allah telah membuat aku, dan nafas (nishmat) Yang Mahakuasa membuat aku hidup.” (Ayb.33:4). Bandingkan ini juga dengan: “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup (nishmat) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup (nephesh).” (Kej.2:7). Di sini dibedakan antara Ruach yang adalah pribadi dan Nishmat yang tidak berpribadi yang adalah nafas Allah yang menjadikan Nephesh (nafas, jiwa atau daya hidup) manusia. (SSY menerjemahkan Ruach dalam Ayb.33:4 sebagai ‘Roh’ (NW) tetapi dalam Kej.1:2 diterjemahkan ‘tenaga aktif Allah.’ Dalam Yoh.4:24 kita jumpai ayat berbunyi “Allah itu Roh” (pneuma ho theos), tentu disini ‘pneuma’ berarti ‘pribadi Roh’ sebab kalau mengikuti penafsiran SSY, tentu aneh kalau disebut “Allah itu tenaga aktif.” NW (SSY) juga menerjemahkannya “Allah itu Roh” seperti halnya Ayb.33:4.
SSY menyebutkan tentang roh kudus, bahwa: “Pada suatu peristiwa roh kudus muncul dalam bentuk seekor burung merpati. Pada kesempatan lain seperti lidah-lidah api – tidak pernah sebagai suatu pribadi.” (Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal?, hlm.21). Komentar ini menimbulkan tanda-tanya tentang “Apakah yang dimaksudkan SSY dengan ‘pribadi’?” Iblis sebagai mahluk roh tidak digambarkan sebagai pribadi manusia, melainkan sebagai ular, naga, atau kekuatan jahat, demikian juga Allah Bapa digambarkan sebagai cahaya/terang/api menyala yang tidak pernah dilihat manusia atau ditunjukkan dalam bentuk manusia, kecuali Anak Allah dinyatakan dalam pribadi Yesus dari Nazaret. Jadi bila disebutkan bukan sebagai ‘pribadi manusia’ memang tidak, tetapi Roh Kudus sesuai nama-Nya adalah ‘pribadi roh’. Dalam Kis.10:38 dibedakan dengan jelas antara ‘Roh Kudus’ dan ‘kuasa.’
Bila kita melihat banyak bagian Alkitab, sekalipun kadang-kadang Roh Kudus digambarkan seakan-akan hanya sebagai kekuatan yang mendampingi murid-murid, dalam Alkitab terdapat banyak petunjuk yang menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah oknum atau pribadi, misalnya disebutkan bahwa Yesus menyebut Roh Kudus sebagai ‘Penolong yang akan mengajar, bersaksi, berkata-kata, dan mendengar’. (Yoh.14:16,26;15:26;16:13). Demikian juga ada ayat-ayat yang mengatakan bahwa roh itu berkata-kata, demikian juga 1Yoh.5:6,8 disebut bahwa air dan darah juga dikatakan memberi kesaksian.
Di seluruh Alkitab kita melihat Roh Kudus sebagai pribadi yang nyata, melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh pribadi. Kita melihatNya dengan pikiran, iteligensia, dan pengetahuan (Rm.8:27; 1Kor.2:11). Ia memiliki kemauan (1Kor.12:1), menunjukkan cinta dan kasih-sayang (Rm.15:30), berbicara kepada Filipus (Kis.8:29), menyuruh Petrus (Kis.11:12), dan menyuruh jemaat untuk mengkhususkan Paulus dan Barnabas untuk tugas pelayanan untuk mana mereka telah dipanggil (Kis.13:2,4). Pada satu kesempatan Ia melarang Paulus berbicara di propinsi Asia (Kis.16:6-7), berbicara kepada sidang jemaat (Why.2:7,11,17,29), dan bergabung dengan gereja mengundang yang lainnya untuk datang (Why.22:7).
Memang dalam Alkitab adakalanya hal-hal bukan pribadi dipersonifikasikan seperti dalam kasus Hikmat, Dosa, dan Kematian, namun itu tidak berarti bahwa semua yang mengenai Roh Kudus dipersonifikasikan sama. Kita melihat juga bahwa Roh Kudus dapat dijadikan sedih atau duka (Yes.63:10;Ef.4:30), dihujat atau dihina (Mat.12:31;Ibr.10:29), dibohongi (Kis.5:3), dan dicobai atau diuji (Kis.5:9). Tidak ada tenaga tak berpribadi seperti cahaya atau listrik yang menunjukkan kesedihan atau cinta-kasih demikian kecuali pribadi. Ciri-ciri pribadi demikian tidak dimiliki oleh kata-kata Hikmat, Dosa, dan Kematian.
Fakta bahwa ia adalah pribadi yang jelas, terlihat juga dalam ayat-ayat seperti Yes.48:16, “Dan sekarang, Tuhan Allah mengutus aku dengan Roh-Nya”. Yesus menyebutkan Roh sebagai pribadi yang jelas ketika mengutip Yes.61:1, “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku.” Lalu Ibr.9:14 menyatakan bahwa Kristus “yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat.” Yesus kemudian menunjuk Roh Kudus sebagai “Penolong Yang Lain” (Yoh.14:16;15:26;16:7).

Roh Kudus diutus Bapa dan Anak (Yoh.14:16;14:26;15:26), dan Roh Kudus bekerja dalam Yesus Kristus (Luk.4:18; Mat.12: 28) dan Orang Percaya (Yoh. 3:6;Mat.10: 20). Demikian juga dalam pembaptisan Yesus kita melihat Roh Kudus digambarkan sebagai pribadi yang bisa bergerak menurut kemauannya sendiri (bagai burung Merpati). Ini tentu berbeda dengan kekuatan batin yang ada dalam pemikiran para mistikus dimana kekuatan itu harus diolah oleh manusia supaya bisa bekerja. Roh Allah juga ada sejak awal (Kej.1:2).
Banyak ayat lain yang menunjukkan perbedaan antara ‘Roh Kudus’ dengan hikmat, dosa, kematian, dan air dan darah yang bisa dipersonifikasikan, karena tidak pernah disebutkan bahwa mendukakan Roh Kudus Allah yang memeteraikan (Efs.4:30) juga berlaku pada kata-kata non-pribadi yang lain itu, demikian juga dikatakan bahwa jangan mendukakan Roh Kudus yang tentu ditujukan kepada suatu pribadi. Berdasar penolakan akan pribadi Roh Kudus ini, maka konsep Roh Kudus yang akan mendiami manusia (1Kor.3:16;6:19) dan kelahiran baru yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Yoh.3:5-8) menjadi tidak jelas dalam ajaran SSY, Church of God, 7th-day, dan Sacred Name Movement (pemuja nama Yahweh).

ROH KUDUS PRIBADI ALLAH

Ada hal yang tidak bisa diberlakukan pada kata-kata non-pribadi yang lain itu namun hanya bisa kepada pribadi yaitu adanya ucapan “menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni” (Luk.12:10). Kita mengetahui bahwa ‘hujatan’ adalah ciri sifat pribadi yang menentang Allah (Why.13), dan kepada para penghujat, nerakalah tempat yang terbaik. Dalam kasus Ananias juga disebut ‘Roh Kudus tidak boleh didustai,’ sebab mendustai Roh Kudus itu berarti mendustai Allah:
“Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? … Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah” (Kis.5:3,4)
Dalam ayat di atas jelas bahwa bukan saja Roh Kudus itu pribadi namun juga disamakan dengan Allah dalam kemuliaannya dan tidak boleh dihujat atau didustai. Luk.12:12 menyebut bahwa “pada saat itu Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan”, menunjukkan dengan jelas bahwa Roh Kudus bukan hanya Allah, pribadi yang tidak boleh dihujat dan didustai, tetapi bahwa ia akan mengajar dan bahkan mendikte apa yang akan kita katakan, sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh oknum/pribadi.
Orang-orang dalam Alkitab dapat menyambutNya atau menolakNya, namun mereka menerimanya sebagai Roh Allah (Kej.6:3; Kel.31:3; Hak.6:34; Yes.61:1; Rm.8:9; 2Kor.3:3). Ia adalah Roh dari Bapa (Mat.10:30) dan Roh dari Anak (Gal.4:6). Ia Allah yang benar, sama halnya dengan Bapa adalah Allah dan Anak adalah Allah, seperti mereka, ia memiliki sifat-sifat ilahi. Ia mahahadir (Mzm.139:7-8), mahatahu (Yes.40:13; 1Kor. 2:10-11), mahakuasa (Za.4:6), kekal (Ibr.9:14), dan juga baik sama halnya Allah adalah baik (Neh.9:20; Mzm.143.10).
Dalam ayat-ayat pada pembuka tulisan ini jelas terlihat bahwa Roh Kudus bukan saja pribadi namun juga pribadi Allah yang melakukan pekerjaan Allah (Yoh.16:13-17,26; Kis.1:8). Paulus mengatakan:
“Mereka melintasi tanah Fergia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.” (Kis.16:6).
Banyak ayat lainnya menunjukkan keesaan dan kerjasama yang sempurna, 1Kor.12:4-6 menunjukkan bahwa Roh Kudus, Tuhan Yesus, dan Allah Bapa adalah pribadi sejajar, Efs.4:4-6 mengungkapkan mereka sebagai koordinasi yang sempurna, dan mereka semua tinggal di Bait sebagai Allah (1Kor.3:16;6:19; Kol.1:27).
Hari Pentakosta merupakan puncak janji Tuhan Yesus Kristus bahwa pribadi Allah ke tiga dinyatakan secara penuh menggantikan peran pribadi kedua, Yesus Kristus yang telah naik ke surga. Hari Pentakosta juga sekaligus menunjukkan adanya perbedaan jelas antara Roh Kudus (Ruach/Pneuma) yang adalah pribadi dengan ‘roh’ (ruach/pneuma) yang hanya merupakan nafas/daya hidup yang sudah dipunyai oleh semua orang secara umum sejak dunia dijadikan, sedangkan Roh Kudus sebagai pribadi Allah yang ketiga baru dikaruniakan dan dicurahkan secara khusus kepada umat percaya pada hari Pentakosta, hari kelahiran Gereja Kristen.