Wednesday, November 24, 2010

Membangun Konsistensi Yang Benar

Hal yang ingin kita bangun bukanlah orang Kristen yang kuat dalam banyak kegiatan pelayanan, yang kita ingin bangun adalah orang Kristen yang konsisten pada menjalankan kebenaran. Tuhan rindu supaya kita mengalami perubahan semakin serupa dengan Dia.

Ada beberapa hal yang mesti konsisten kita lakukan supaya kita menjadi orang Kristen yang mempermuliakan Tuhan.

1. Konsisten mencari esensi.

Esensi itu sangat penting. Kita bukan orang Kristen yang beragama di awang-awang, tetapi kita beragama yang mendasar. Artinya benar-benar memiliki pijakan yang kuat di atas dasar Firman. Pijakan menjadi kuat jika kita memiliki konsistensi terus mencari yang esensi, yang esensi bisa kita dapatkan jika kita tekun menggali. Kita bisa tekun menggali jika kita mengasihi Allah dengan sungguh hati dan kita bisa mengasihi jika kita mengenal Allah dengan mendalam. Pengenalan mendalam akan Allah ini hanya bisa terbangun melalui persekutuan yang terus menerus dengan Dia dan ini bisa dibangun jika kita mau konsisten.

2. Konsisten membangun kehidupan di atas firman setiap hari

Firman itu sangat dekat kepada kita yaitu di dalam mulut dan hati kita untuk dilakukan - Ulangan 30:14. Sayangnya kita sering membangun kehidupan kerohanian hanya sampai dimulut. Firman Allah itu tidak berat, yang membuat berat adalah karena kita tidak memiliki niat yang kuat. Karena itulah, kita perlu konsisten membangun hidup setiap hari diatas dasar kebenaran. Mengapa setiap hari? Karena Iblis juga kerjanya setiap hari. Atas dasar inilah kita perlu membangun hidup secara benar.

3. Konsisten membangun persekutuan pribadi dengan Tuhan.

Tanpa pengenalan akan pribadi Ilahi, tidak akan ada kerohanian yang hakiki. Kalau kita mau memeras Alkitab, kita akan peroleh satu saja yaitu mengenal Allah. Allah tidak pernah melarang kita menyibukkan diri dengan segudang aktivitas pelayanan sebagai wujud kasih kita. Dia rindu kehadiran-Nya diinginkan. Dia rindu membangun keintiman dengan umat-Nya. Jadi luangkanlah waktu mendengarkan Allah karena di mata Tuhan bukan seberapa banyak yang sudah kita lakukan, namun seberapa haus kita menemukan pribadi-Nya.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments