Saturday, February 12, 2011

Bertumbuh Dalam Pengampunan

Yusuf. Setiap kita pasti mengenalnya. Paling tidak dari Alkitab. Yusuf adalah salah satu orang yang punya cukup alasan untuk membalaskan sakit hatinya. Betapa tidak. Ia mengalami perlakuan yang buruk dari saudara-saudaranya. Dibenci. Dibuang ke dalam sumur. Lalu dijual kepada seorang saudagar dari Mesir, yaitu Potifar. Dimasukkan dalam penjara karena tuduhan palsu.
Dilupakan oleh juru minuman kerajaan Mesir setelah ia melakukan kebaikan. Semua perlakukan yang ia terima sudah cukup baginya untuk menyimpan dendam. Menunggu waktu pembalasan yang tepat. Kisahnya cukup menarik. Walaupun ia mengalami perlakuan yang buruk, justru mendatangkan kebaikan baginya. Yusuf menjadi orang nomor dua di Mesir sebagai penguasa setelah Firaun. Ini adalah kesempatan emas baginya untuk membalaskan sakit hatinya. Situasi dan kondisi kala itu cukup mendukung. Ada krisis ekonomi. Terjadi kelaparan hebat di seluruh Mesir dan sampai ke luar Mesir. Situasi kelaparan hebat itulah yang mempertemukan dia dengan saudara-saudaranya. Sebenarnya secara manusiawi itulah kesempatan emas untuk membalas dendam. Mengungkit kembali masa lalu. Perlakuan saudara-saudaranya yang membuat di menderita, baik psikis dan juga mental. Ia tidak dikenal lagi oleh saudara-saudaranya.

Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Perkenalan ini tentu menjadi pukulan telak bagi saudara-saudaranya. Orang yang sudah mereka jual, kini ada di depan mata mereka. Orang yang dulu mereka sakiti, kini telah menjadi penguasa di Mesir. Orang yang mereka anggap sudah tiada, kini berbicara langsung dengan mereka. Hal ini tergambar dalam pernyataan saudara-saudaranya demikian: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya" - Kejadian 50:15. Rupanya memori mereka akan masa lalu masih tersimpan dengan baik. Kenangan itu tidak dilupakan.

Namun, Yusuf ternyata tidak seperti yang mereka pikirkan. Yusuf punya sikap yang berbeda. Hati Yusuf kaya dengan pengampunan. Hal ini tergambar dalam pernyataan Yusuf demikian, "Jangan takut, sebab aku inikah pengganti Allah?" Kejadian 50:19. Mengapa Yusuf bisa berkata demikian? Apa rahasianya, sehingga ia mampu mengampuni saudara-saudaranya?

1. Yusuf punya hubungan spiritual yang mendalam dengan Tuhan.
2. Yusuf punya pemahaman yang mendalam tentang kepahitan yang dialaminya.
3. Yusuf mengerti dan memahami kehendak dan rencana Tuhan dalam hidupnya.
4. Yusuf mengetahui bahwa Tuhan punya rancangan indah bagi hidupnya.

Semua itu, bisa dilihat dalam pernyataannya demikian, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar" - Kejadian 50:20.

Jadi, bila kita mengalami perlakuan yang tidak baik dari sesama. Membuat kita menderita. Jangan tawar hati. Jangan sakit hati. Lihat semuanya itu dari perspektif Allah. Pikiran yang positif. Maka kita bisa bertumbuh dalam pengampunan. Tuhan sudah terlebih dahulu mengampuni kita. Demikian juga kita harus mengampuni orang yang berbuat jahat terhadap kita.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments