Thursday, February 10, 2011

Sabar Dalam Penderitaan

Sabar. Tidak semua orang mampu melakukannya. Apa lagi, bila ia diperlakukan dengan tidak adil. Hak-haknya dilanggar dan diambil oleh orang lain.
Penderitaan. Mewujud dalam beberapa bentuk. Penderitaan fisik. Pemicunya antara lain: sakit-penyakit, bakteri, virus, bencana alam, peperangan, kekerasan, kemiskinan, kelaparan, kekurangan gisi, lahir dengan keterbatasan/cacat fisik, dll. Penderitaan mental. Pemicunya antara lain: perlakuan yang kasar, kekersan fisik, kekerasan dalam rumah tangga, mengalami keadaan yang buruk, pobia, trauma, dll. Penderitaan psikologi. Pemicunya antara lain: cemas, kwatir, takut, kelainan jiwa, sakit jiwa, tekanan hidup, gagal, dll. Semua kondisi itu tidak disukai oleh semua orang. Orang lebih cenderung untuk menghindarinya. Bahkan diharapkan kalau bisa jangan menimpa dirinya.

Sabar dalam penderitaan. Mungkinkah orang bisa menjalaninya? Secara umum tidak mungkin. Fakta sosial membuktikan ketika seseorang atau sekelompok orang merasa hak-haknya dirampas, dilanggar dan tidak dihargai, maka direspon dengan berbagai tindakan. Nyawa jadi taruhannya. Pada sisi lain, penderitaan membuat orang mengeluh, marah, sakit hati, mempersalahkan, dan komplain sama Tuhan.

Sabar dalam penderitaan bagi orang Kristen (red-umat Allah), itu mungkin. Bisa dijalani.

Mengapa bisa?

1. Karena Tuhan Allah adalah sumber kekuatannya.
2. Karena Roh Kudus adalah penolong dan penghiburnya.
3. Karena Tuhan Allah berdaulat atas hidupnya.
4. Karena Tuhan Allah turut bekerja.
5. Karena Yesus Kristus menjadi teladan sabar dalam penderitaan.
6. Karena tokoh-tokoh sentral dalam Alkitab telah membuktikannya.
7. Karena Yesus Kristus menyertainya.
8. Karena Tuhan Allah maha penyayang dan penuh belas kasihan.
9. Karena Tuhan Allah bisa melakukan mukjizat.
10. Karena Tuhan Allah mampu mengubah kutuk menjadi berkat.
11. Karena Tuhan Allah memakai penderitaan untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.

Sampai kapan harus tetap sabar?

1. Sampai Tuhan Yesus datang.
2. Sampai Tuhan Allah memberikan pertolongannya.
3. Sampai penderitaan itu selesai.

Jadi, bersabar dalam penderitaan, memang tidak semua orang bisa menjalaninya. Hanya orang-orang tertentu yang bisa. Orang-orang khusus yang mampu. Orang-orang itu ialah umat Allah, yang telah ditebus oleh Allah melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di atas salib. Orang-orang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Firman Tuhan menegaskan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus".

Share this:

Related Posts
Disqus Comments