Friday, August 12, 2011

Makin Tinggi Hati

“Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakana: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati”
Yakobus 4:6

Seorang Cendikiawan menumpang perahu di sebuah danau. Ia bertanya kepada tukang perahu, “Sobat, pernahkah Anda mempelajari matematika?” Jawab tukang perahu, “Tidak”. Sang Cendikiawan berkata, “Sayang sekali, berarti Anda telah kehilangan seperempat kehidupan Anda. Atau, barangkali Anda pernah mempelajari ilmu filsafat?” “Itu juga tidak”, jawab tukang perahu. “Dua kali sayang, berarti Anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda” celoteh Sang Cendikiawan. “Bagaimana dengan sejarah?” “Juga tidak”. “Tiga kali sayang, berarti seperempat lagi kehidupan Anda telah hilang.”

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang ditumpangi mereka pun oleng. Sang Cendikiawan itu pucat ketakutan. Dengan tenang tukang perahu itu bertanya, “Apakah Anda pernah belajar berenang?” “Tidak” jawab Sang Cendikiawan. “Sayang sekali, berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda.”

Dari humor di atas mengajarkan kepada kita beberapa hal, yaitu: pertama, kita tidak boleh sombong. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang tinggi hati akan direndahkan. Sebaliknya, orang yang rendah hati akan ditinggikan pada waktunya; kedua, setinggi apapun pendidikan kita, kita tidak mungkin menguasai semua ilmu, apalagi keterampilan; ketiga, kita membutuhkan orang lain, tidak peduli seberapa rendah pendidikan orang itu.

Patut ditanam dalam hati dan pikiran kita betapa bencinya Allah terhadap kesombongan. Kesombongan menyebabkan Allah berpaling dari doa kita serta menahan kehadiran dan kasih karunia-Nya. Meninggikan diri di dalam pikiran kita sendiri atau mencari kehormatan dan penghargaan dari orang lain untuk memuaskan kesombongan kita berarti menutup pintu terhadap pertolongan Allah. Tetapi bagi mereka yang dengan rendah hati menyerah kepada Allah dan menghampiri-Nya, Allah memberikan kasih karunia, kemurahan dan pertolongan-Nya di dalam setiap situasi kehidupan.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments