Tuesday, May 13, 2014

IMAN YANG MEMBUAT PERBEDAAN

Pergumulan, tantangan, masalah dan penderitaan seakan tidak kunjung sirna dari kehidupan kita. Dalam menyikapi semuanya itu, ada kalanya kita kewalahan. Banyak yang gamang karena tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapinya. Ada juga yang menyerah, putus asa dan kecewa, karena percuma berjuang tetapi tidak membuahkan hasil apa-apa. Malah keadaannya semakin memburuk.

Kendati demikian, ada juga yang bertahan. Tetap hidup berpengharapan dan beriman kepada Tuhan. Menanti dengan sabar dan tekun pertolongan dari Tuhan. Mereka tetap setia dan konsisten untuk mau menyerah kepada persoalan kehidupan yang datang menerpa. Iman mereka membawa perbedaan yang signifikan dalam hidup mereka.

Ada daya tahan yang luar biasa di tengah penderitaan hebat yang dialami. Mereka tidak menyalahkan Tuhan. Juga tidak bersungut-sungut. Mereka memilih untuk tetap percaya pada keajaiban yang datangnya dari Tuhan. Iman yang bagaimana yang membuat perbedaan?


Kisah dalam Matius 8:5-13, memperlihatkan kepada kita bahwa perwira romawi memiliki iman yang membuat perbedaan. Imannya melampaui keimanan banyak orang beragama. Hal itu dibuktikannya melalui beberapa hal, yaitu:

1. Diawali dengan adanya sikap prihatin penuh kasih sayang kepada sesama
Dalam Matius 8:5-6. Perwira ini punya hamba. Tentu ia punya relasi yang baik dengan hambanya dan sebaliknya juga hamba tentu memiliki perilaku yang baik kepada tuannya. Hambanya ini mengalami masalah kesehatan, yaitu kelumpuhan yang membuat dia begitu menderita.

Belas kasihan dan kasih sayang yang tumbuh dalam diri perwira romawi tersebut telah mendorongnya untuk mencari pertolongan bagi hambanya. Dorongan kasih sayang yang besar itu jugalah yang membuat perwira itu datang kepada Yesus meminta pertolongan.

2. Dilanjutkan dengan sikap kerendahan hati
Sikap kerendahan hati yang ditunjukkan oleh perwira tersebut jelas di catat dalam Matius 8:8-9. Ia tidak layak menerima Tuan di atas segala tuan di rumahnya yang penuh dosa, kekurangan dan kelemahan. Dia hanya meminta Yesus untuk mengungkapkan satu kalimat itu sudah cukup, karena dia tahu perkataan Yesus adalah perkataan yang berkuasa dan memberi hidup.

3. Akhirnya hambanya mengalami kesembuhan
Kita melihat bagaimana iman yang membuat perbedaan itu jelas terjadi dalam kisah yang dicatat oleh penulis Injil Matius. Diawali dengan adanya sikap prihatin penuh kasih sayang kepada sesama yang menderita, lalu dilanjutkan dengan sikap kerendahan hati, akhirnya terjadi mujizat kesembuhan bagi hambanya.

Kiranya hal itu juga menjadi pengalaman iman kita. Jangan pernah berhenti berharap. Jangan pernah kecil hati ketika ada dalam masalah. Teruslah berpengharapan dan beriman kepada Tuhan, karena iman kepada Tuhan selalu membuat perbedaan.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments