Friday, July 25, 2014

ALASAN MENGUCAP SYUKUR KEPADA TUHAN

Alasan mengucap syukur kepada Tuhan ~ Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di kota Tesalonika, menulis tentang ucapan syukur demikian: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" - 1 Tesalonika 5:18. Rasul Paulus memberi motivasi rohani kepada kita untuk selalu bersyukur dalam segala hal di kehidupan kita. Cara hidup bersyukur adalah cara hidup yang dikehendaki oleh Allah. Dikehendaki oleh Allah karena kita sudah ada di dalam Kristus Yesus.

Dalam Mazmur 30:12-13, pemazmur menulis: "Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita, supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu".


"Aku yang meratap". Dalam hidup kita sering kita meratap karena berbagai pergumulan yang kita alami. Tekanan pergumulan begitu kuat menindih kehidupan kita. Tidak bisa lagi kita tanggung. "Meratap" merupakan cara untuk mencari solusi demi meringankan beban. Ratapan pemazmur ditujukan kepada TUHAN, Allah.

"Kain kabungku". Dalam tradisi Perjanjian Lama, orang yang sedang berkabung selalu mengikatkan atau menutup kain dikepala. Semua yang melakukan itu dapat diketahui oleh orang lain bahwa ia sedang berduka. Tentu ada alasan seseorang berkabung. Misalnya karena kehilangan orang yang dikasihinya, atau bisa juga karena alasan yang lain seperti melihat situasi dan kondisi dunia yang semakin bobrok orang berkabung, dan lain sebagainya.

Apa alasan mendasar kita bersyukur pada Tuhan? Ada beberapa alasan kuat, yang membuat kita bersyukur kepada Tuhan berdasarkan Mazmur 30:12-13, yaitu:

1. Karena Tuhan mengubah ratap menjadi gembira.
"Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari" - Mazmur 30:12a. Memang untuk sesaat kita meratap. Tetapi setelah kita menghampiri Tuhan, dan Tuhan bertindak, maka suatu keadaan yang berbeda. Jadi, ketika Tuhan bertindak bagi kita, maka sesuatu pasti terjadi. Tuhan mengubah ratap kita menjadi gembira. Tindakan Tuhan tersebutlah yang menjadi alasan mendasar bagi kita untuk menaikan syukur kepada Dia.

Ketika kita bawa ratap kita kepada Tuhan, kita mendapatkan kelegaan. Yesus dalam Matius 11:28, menegaskan: "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu". Kegembiraan dan kelegaan akan kita peroleh bila kita mendekat kepada Tuhan. Itulah jaminan dari Tuhan kepada kita.

2. Karena Tuhan memberi kelegaan
"...kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita" - Mazmur 30:12b. Tuhan memberi kelegaan dengan cara melepaskan kain kabung kita. Artinya, secara psikologis kita diberi kemampuan spiritual untuk keluar dari suasana duka yang menimpa kita. Tuhan gantikan itu dengan penghiburan yang sejati melalui kuasa Roh Kudus-Nya. Roh Kudus menaruh dijiwa dan roh kita suatu sukacita yang membuat kita bangkit berdiri menatap masa depan bersama Tuhan. Itulah yang menjadi alasan mendasar bagi kita untuk bersyukur kepada Tuhan.

3. Karena menjadi kesaksian bagi orang lain
"Supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu" - Mazmur 30:13.
Waktu kita beryukur dan memuji Tuhan Allah kita, itu menjadi kesaksian bagi orang lain yang ada di sekeliling kita. Dan waktu orang lain menyaksikan itu, mereka juga mendapatkan suatu kesaksian bahwa Tuhan Allah kita tidak pernah membiarkan kita menanggung sendirian masalah kita. Tuhan ada bersama kita sehingga memungkinkan kita bisa bertahan. Gairah hidup yang dipulihkan Tuhan itulah yang membuat kita berkomitmen untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan.  

Share this:

Related Posts
Disqus Comments