Wednesday, August 27, 2014

DERITA YANG MEMBAWA KEUNTUNGAN

Derita yang menguntungkan ~ Acap kali kita tidak memahami dan mengerti jalan-jalan Allah dalam kehidupan kita. Beragam kejadian dan peristiwa yang terjadi di jalan hidup kita adakalanya sulit untuk dipahami. Semua itu menjadi sebuah misteri, rahasia yang sulit diperoleh jawabannya.

Kendati demikian, sebagai umat Allah, kita perlu menyadari bahwa tidak ada satupun dalam hidup ini yang terjadi secara kebetulan. Tuhan tetap menjadi pemegang kendali. Dia mahakuasa dan mahatahu, sehingga tidak ada satu hal pun yang bisa lepas dari perhatian-Nya. Semuanya ada dalam kontrol Tuhan. Baik ketika kita ada dalam situasi yang menyenangkan maupun dalam kondisi tidak membahagiakan. Baik ketika kita sehat maupun ketika penyakit menggerogoti tubuh kita. Semuanya ada dalam pusat perhatian Tuhan.


Oleh karena itu, apapun yang terjadi di dalam hidup ini, jangan pernah ragukan Tuhan dan kasih-Nya kepada kita. Karena disetiap musim kehidupan kita, Tuhan selalu ada bersama kita. Jadi, pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari derita yang dialami?

1. Derita mengajar kita untuk bersyukur
Segala sesuatu yang sudah terjadi pasti sudah melewati seleksi dan seijin Tuhan. Sebab tidak akan mungkin sesuatu terjadi pada hidup kita umat-Nya tanpa sepengetahuan dan seijin Dia. Kendati demikian, kita harus sadari bahwa semua tindakan Allah, baik dalam bentuk sukacita maupun dukacita semua dilakukan didasari pada kasih-Nya yang sempurna. Jadi, kalau tindakan Allah itu dasarnya adalah kasih-Nya, maka hasilnya pun akan selalu baik adanya. Itulah sebabnya, Dia layak menerima pujian dari kita (2 Korintus 1:3), sekalipun Ia mengijinkan kesulitan menerpa hidup kita, namun itu karena Dia tahu apa yang harus Dia lakukan. Dan terkadang pertolongan Allah bagi kita dalam menempuh penderitaan yang kita alami akan menjadi sarana bagi kita untuk menolong orang lain (2 Korintus 1:4. Jadi, tidak kebetulan kita menderita karena ada orang lain yang akan ditolong lewat penderitaan kita. Jadi bersyukurlah.

2. Derita mengajar kita untuk berserah kepada Allah
"Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati" (2 Korintus 1:9). Pada dasarnya manusia itu sombong. Itulah sebabnya terkadang penderitaan kita perlukan agar kita menyadari siapa diri kita yang sesungguhnya. Sebab disaat kita masih mampu sering kita merasa bahwa pencapaian hidup kita adalah karena kemampuan kita semata-mata dan kita merasa tidak memerlukan Tuhan. Tetapi disaat segala sesuatu yang ada dalam hidup kita tidak bisa menolong kita lagi, maka di sanalah kita menyadari bahwa segala sesuatu adalah berkat anugerah-Nya. Jadi, sadarilah bahwa kita sangat membutuhkan Tuhan.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments