Wednesday, August 20, 2014

DI DALAM PERBEDAAN PASTI ADA BERKAT

Di dalam perbedaan pasti ada berkat ~ Allah adalah pencipta perbedaan. Dan menurut kesaksian Musa dalam tulisannya di kitab Torah khususnya kitab Kejadian menegaskan bahwa "Allah melihat semuanya itu baik". Jadi, dalam perspektif Allah perbedaan itu baik. Namun, perspektif manusia memandang suatu perbedaan itu sebagai sebuah ancaman. Akibatnya banyak yang menjadi korban hanya karena dianggap berbeda.

Demikian juga di dalam komunitas rohani atau komunitas tubuh Kristus, yaitu Gereja penuh dengan perbedaan. Dikatakan demikian, karena memang terbentuknya komunitas Gereja adalah dari beragam suku, bangsa, rasa dan golongan. Beragam latar belakang tersebut menunjukkan bahwa perbedaan itu ada di mana-mana.

Lagi pula, secara positif perbedaan memiliki dinamika dan potensi yang dahsyat bila dikelola secara benar dan bertanggung jawab. Dengan kata lain, di dalam perbedaan itu sesungguhnya ada berkat yang disediakan Allah bagi hidup Gereja.


Bagaimana supaya perbedaan yang ada di dalam komunitas rohani seperti Gereja itu menjadi berkat bagi hidup kita? Pertanyaan ini ingin mengarahkan kita kepada beberapa hal, sebagai berikut:

1. Hidup dalam kesatuan
Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus, menulis demikian: "Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus" - 1 Korintus 12:12.

Perbedaan yang ada di dalam komunitas rohani seperti Gereja akan menjadi berkat, bila kita hidup mengedepankan persatuan dan kesatuan. Persatuan dan kesatuan bagaikan "lem" yang merekatkan semua elemen di dalam tubuh Gereja. Persatuan dan kesatuan itu jugalah yang akan menyatukan setiap anggota untuk melangkah dan bergerak bersama menuju satu tujuan yang dicita-citakan bersama. Kesadaran akan hal ini akan membuat hidup kita lebih hidup dan menjadi alat keberkatan Allah bagi dunia ini.

2. Hidup dan menerima perbedaan
Rasul Paulus menulis dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus, demikian: "Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota" - 1 Korintus 12:14. Rasul Paulus mengakui bahwa persatuan dan kesatuan itu terbentuk bukan dari satu anggota, tetapi dari beragam anggota. Ini harus diterima sebagai sebuah kenyataan.

Kita harus akui bahwa perbedaan itu nyata. Namun, bukan menjadi alasan untuk memisahkan diri dari yang lain di dalam komunitas tubuh Kristus. Persatuan dan kesatuan ada bukan untuk membuat kita sama dalam berbagai perbedaan. Persatuan dan kesatuan yang dibangun di dalam perbedaan akan mendorong kita untuk saling menghargai, saling menghormati, saling mengasihi dan saling melayani. Inilah jalan yang melapangkan bagi hidup kita untuk menerima pemberkatan Allah.

3. Hidup membutuhkan orang lain
Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus, menulis: "Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau". Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau" - 1 Korintus 12:21.

Perbedaan yang ada di dalam komunitas tubuh Kristus mengindikasikan dan mengisyaratkan serta membuktikan bahwa tidak ada yang hidupnya sempurna dan tidak butuh bantuan orang lain. Perbedaan yang menyadarkan kita bahwa kita memerlukan bantuan orang lain. Ketika kita menyadari sungguh akan hal itu maka akan memunculkan sikap saling kerjasama satu dengan yang lainnya. Dan ketika semua bergerak dalam irama kerjasama yang harmonis, ini menjadi potensi besar untuk saling memberkati. Lebih dari itu Allah akan memerintahkan berkat-berkat-Nya mengalir ke dalam persekutuan komunitas Gereja.    


Share this:

Related Posts
Disqus Comments