Friday, August 22, 2014

MASIH ADA HARAPAN KETIKA TIADA HARAPAN

Masih ada harapan ketika tiada harapan ~ Keputusasaan bukanlah bagian dari orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Memang pergumulan apalagi sakit penyakit yang tidak kunjung sembuh membuat kita semakin kehilnagan pegangan. Tetapi masih ada harapan kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Pertanyaan penting harus diajukan ialah: "Bagaimanakah agar harapan itu menjadi kenyataan?" Ada beberapa hal yang membutkikan bahwa ada harapan ketika tiada harapan, yaitu:

Jangan pernah berhenti untuk berusaha
"Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya" - Matius 9:20. Perjuangan yang gigih selama 12 tahun untuk sembuh dari penyakitnya menjadi modal bagi perempuan ini untuk mengalami mujizat Allah. Kehadiran Yesus membangkitkan asanya untuk berusaha datang kepada Yesus dan mengalami mujizat-Nya.


Jangan pernah putus asa. Selagi masih ada waktu, masih ada harapan bagi mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Tidak peduli sudah berapa lama Anda menunggu dan berapa banyak hal yang Anda telah coba, Allah hanya akan menyatakan mujizatnya apabila Anda tetap berusaha untuk mengalami mujizat yang datang dari pada-Nya.

Jangan pernah ragu sedikitpun
"Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh" - Matius 9:21. Kerumunan orang banyak itu tidak mengecilkan niatnya untuk menyatakan imannya yang sesungguhnya. Ia tidak ragu sedikit pun bahwa dia akan mengalami mujizat Allah walau hanya sekedar menyentuh jubah Yesus.

Keyakinannya itulah yang pada akhirnya membawa dia kepada pengalaman akan mujizat Allah yang menyembuhkan penyakitnya. Sentuhannya akhirnya menyembuhkan dia."Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau". Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu" - Matius 9:22.

Asal kita percaya, maka kitapun bisa mengalami mujizat Allah. Sekalipun rasanya tidak mungkin untuk mewujudkannya karena tantangan dan pengalaman dari usaha kita di masa lalu, tetapi kalau kita tetap teguh maka kita akan mengalami seperti apa yang kita imani. Dibutuhkan ketegaran iman kalau ingin melihat kuasa Allah dinyatakan, sebab godaan semakin banyak apalagi sudah lama menunggu.

Masih ada harapan ketika tiada harapan. Itulah kabar baik bagi setiap kita yang mengalami pergumulan. Dan pergumulan itu sepertinya tidak ada lagi harapan, namun tetaplah berharap karena Tuhan Yesus Kristus ialah Juruselamat kita, penyembuh kita, Raja kita yang berkuasa dan berotoritas penuh atas hidup kita. Jika Tuhan Yesus mau, maka itu pasti terjadi dan bila Yesus tidak kehendaki maka hal itu juga tidak akan terjadi.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments