Friday, September 5, 2014

CARA KOBARKAN KARUNIA ROHANI

Setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, pasti selamat. Namun tidak stop sampai di tahap selamat saja. Ada misi yang dipercayakan kepada setiap orang percaya untuk dikerjakan. Salah satu tujuan dari keselamatan ialah supaya mereka yang telah selamat dapat melayani Tuhan dan manusia.

Tidak seorangpun yang terlahir kembali karena proses regenerasi di dalam Kristus dibiarkan Tuhan hidup tanpa perlengkapan karunia rohani. Setiap orang percaya pasti memiliki setidaknya satu karunia rohani. Tuhan rindu agar karunia itu tidak dipendam, sebaliknya  dikembangkan dan dikobarkan penggunaannya. Rasul Paulus di dalam suratnya kepada anak rohaninya yaitu Timotius mendorong Timotius untuk mengobarkan karunia rohani yang dianugerahkan oleh Allah melalui kuasa Roh Kudus - 1 Timotius 4:11-16. Bagaimana caranya kita mengobarkan karunia rohani?

1. HIDUP YANG JADI TELADAN (12)
Penggunaan karunia rohani harus disertai dengan kehidupan yang menjadi teladan. Kita harus menjaga keseimbangan antara karunia rohani dan karakter yang kita miliki. Bisa saja kita naik ke puncak dengan karunia rohani yang Tuhan berikan, tetapi kita bisa bertahan di sana hanya jika memelihara kehidupan berkarakter dan dapat menjadi teladan. Bagaimana Anda berusaha untuk tetap memiliki keteladanan dalam karakter meskipun Anda memiliki karunia rohani yang luar biasa?


2. BERTEKUN DALAM KEBENARAN (13)
Jika gereja tidak mengajarkan kebenaran, maka orang yang memiliki karunia rohani sekalipun berpotensi untuk menyimpang dari kebenaran. Paulus mendorong Timotius, anak rohaninya, untuk bertekun dalam membaca Kitab Suci. Hal ini bukan saja untuk menjaga seseorang dari jalan kesesatan, tetapi juga untuk mengingatkan bahwa karunia rohani bukanlah faktor kehebatan kita, tetapi anugerah Tuhan semata-mata.   Apa yang Anda lakukan untuk tetap bertekun di dalam kebenaran? Bagaimana dengan pembacaan Alkitab Anda?

3. MENGAWASI AJARAN (16)
Tidak sedikit orang-orang yang menjadi penyesat adalah orang-orang yang secara karunia rohani boleh dibilang hebat. Mereka yang memiliki karunia rohani itu mengerjakan mujizat, melakukan tanda-tanda ajaib, menyatakan kebenaran Allah dalam nubuat, dll. Sayangnya karena tidak menginstropeksi diri sendiri dan menyelaraskan dengan kebenaran Allah, maka mereka kemudian menyimpang, sehingga tidak sesuai lagi dengan karunia rohani yang dimiliki. Penyimpangan terjadi karena hanya menekankan satu hal saja, seolah-olah Alkitab hanya mengajarkan satu hal itu, yaitu karunia rohani saja, padahal masih banyak hal lain yang terdapat di dalam Alkitab. Apa yang Anda lakukan untuk mengawasi ajaran diri sendiri dan orang lain? Janganlah memendam karunia rohani yang Tuhan berikan, sebaliknya temukan dan teruslah pergunakan untuk membangun tubuh Kristus. Kobarkan karunia rohani dan jadilah berkat bagi orang lain.


Share this:

Related Posts
Disqus Comments