Wednesday, September 10, 2014

CARA MENGATASI KONFLIK KELUARGA

Bacaan: Efesus 5:15-21
Herbert dan Zelmyra Fisher adalah pasangan yang memiliki pernikahan paling awet di dunia. Tahun 2010 lalu mereka merayakan wedding anniversary ke 86, di usia Herbert yang ke 104, sementara Zelmyra berusia 102 tahun.

Kuncinya menurut mereka: saling menghargai, mendukung, berkomunikasi dan saling mencintai. Alkitab memberikan tiga petunjuk agar kita dapat membangun keluarga yang kokoh yang dapat mengatasi konflik:

1. MEMPERGUNAKAN WAKTU DENGAN BAIK - Efesus 5:16
Waktu adalah pemberian Allah yang sangat berharga. Namun waktu itu singkat dan harus digunakan sebaik-baiknya dengan bijaksana. Filsuf William James berkata, “Penggunaan waktu yang paling baik adalah yang berkaitan dengan kekekalan.” Justru banyak orang menyesal mengapa mereka tidak gunakan banyak waktu bersama keluarga. Sebelum penyesalan datang terlambat, mari benahi hidup kita mulai hari ini, khususnya dalam penggunaan waktu. Bagaimana alokasi waktu Anda untuk keluarga selama ini?


2. MEMILIKI HIKMAT TUHAN - Efesus 5:15, 17
Keluarga yang kokoh ditandai dengan adanya hikmat Tuhan. Hikmat itu melebihi kepandaian. Kepandaian berarti memiliki berbagai informasi dan pengetahuan di akal, namun hikmat atau kebijaksanaan memampukan kita mengaplikasikan pengetahuan itu menjadi sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip kebenaran Firman itu, misalnya yang tercantum dalam kitab Amsal ketika kita pahami dan terapkan akan membuat kita mampu tenjadi pria yang saleh, wanita yang berbudi, orang tua yang mampu mendidik anak dengan baik. Menurut Anda, bagaimanakah kita bisa menjadi orang berhikmat?

3. MENGALAMI KEPENUHAN ROH KUDUS - Efesus 5:18
Keluarga yang kokoh adalah keluarga yang dikendalikan oleh Roh Kudus, bukan oleh hawa nafsu atau perkara lainnya. Ada tiga ciri keluarga yang penuh Roh Kudus, yaitu: a) Hidup dalam pujian-penyembahan (ay. 19) b) Hidup dalam pengucapan syukur (ay. 20). c) Hidup dalam kerendahan hati (ay. 21). Keluarga kokoh bila anggota keluarga saling merendahkan hati satu sama lain. Ini terjadi bila suami-istri saling menghargai, tidak mementingkan diri sendiri tapi menganggap pasangannya lebih utama dari dirinya. Apakah semua ciri di atas sudah menjadi bagian hidup Anda? Sharingkan! Alokasikan lebih banyak waktu untuk keluarga dan berdoalah untuk hikmat Tuhan turun atas keluarga Anda. Saling mendoakan antar keluarga di akhir kelompok agar Roh Kudus memenuhi keluarga Anda.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments