Wednesday, September 10, 2014

CARA MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA

Bacaan: Lukas 12:16-21
Keluarga dan uang merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Keluarga tanpa uang akan sulit untuk bergerak. Oleh karena itu, keluarga harus serius memikirkan tentang keuangan keluarga.

Karena jika tidak akan menimbulkan masalah. Agar keuangan rumah tangga dapat terkendali, sebagai orang percaya, kita harus menghindari beberapa hal berikut ini:

1. MENGEJAR HARTA SEBAGAI TUJUAN HIDUP
Yesus mengecam orang kaya yang dicatat dalam Lukas 12:16-21 dan menyebutnya bodoh, karena dia mengutamakan materi tapi mengabaikan perkara rohani. Uang memang adalah hamba yang baik tapi tuan yang jahat. Sayangnya banyak orang diperbudak oleh uang karena tujuan hidupnya terutama mengejar harta. Banyak suami dan istri yang sibuk bekerja, sehingga waktu dan tenaga yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan keluarga tersedot habis. Cinta sejati pun berubah menjadi cinta materialistik. Apakah tujuan/visi keluarga Anda?


2. PERTENGKARAN SUAMI-ISTERI KARENA PENGGUNAAN UANG
Pernikahan adalah proses berpadunya dua pribadi yang berbeda menjadi satu. Walau sudah menikah namun pendapat, minat dan urutan prioritas suami dan istri bisa berbeda. Mungkin istri suka perhiasan, suami suka barang elektronik. Istri suka barang murah tapi banyak, suami suka beli barang yang mahal asal bagus dan awet. Itu sebabnya penggunaan uang perlu dibicarakan bersama selaku proyek keluarga. Tentukan keperluan apa saja yang harus dibeli demi kepentingan seluruh keluarga secara musyawarah. Bahkan perlu berdoa dulu, khususnya untuk keperluan yang perlu dana besar. Misalnya: mobil, rumah, atau perabot rumah tangga yang mahal. Ceritakanlah pengalaman keluarga Anda dalam prinsip ini!

3. HUTANG DALAM JUMLAH YANG BESAR
Hutang menumpuk antara lain karena disebabkan: a) Gaya hidup terlalu mewah. Contoh: Sering makan di luar, menikmati hiburan yang mahal-mahal, punya hobby yang perlu banyak dana. b) Menginvestasikan uang secara tidak bijaksana. Gara-gara ingin cepat kaya/serakah, justru rugi banyak karena tidak minta bimbingan Tuhan (Ams. 28:20,22). c) Tak bijaksana dalam berbelanja. Gara-gara terpikat oleh iklan akhirnya membeli barang tanpa pikir panjang. Biasanya ini disebabkan karena dorongan keinginan hati secara emosional dan lupa akan biaya rutin yang wajib dikeluarkan.Apa komitmen Anda dan keluarga berkaitan dengan hutang? Ambillah waktu di akhir diskusi kelompok untuk mendoakan anggota SAK yang terikat oleh permasalahan di atas.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments