Monday, September 22, 2014

CARA MENJADI SEPERTI KRISTUS

Whitney Houston dalam salah satu lirik lagunya berkata, bahwa cinta yang paling indah adalah ketika Anda bisa belajar untuk mencintai diri Anda sendiri. Hal itu tentu tidaklah salah total, tetapi Alkitab mengatakan agar citra diri kita dibangun di atas dasar rencana Agung Tuhan yang menghendaki manusia agar dapat serupa dan segambar dengan diri Kristus – Bacalah Kejadian 1:26-27. Apakah yang harus kita kerjakan agar memiliki citra diri yang serupa dengan Kristus?

1. MEMPERHATIKAN POLA PIKIR KITA (Roma 12:2)
Apa yang dilakukan oleh manusia pada hakekatnya adalah proses tiru-meniru. Dari generasi ke generasi proses ini berlangsung secara otomatis. Pola pikir dan tindakan orang pada umumnya mengacu dan berdasar pada apa yang sudah dilakukan oleh orang sebelumnya atau yang mendahuluinya. Hal ini mendorong kita untuk sekedar meniru orang lain.
Sebaliknya, untuk membangun citra diri yang positif, kita harus berpikir unggul. Kita harus lebih unggul dari pola pikir dan tindakan yang ditawarkan oleh dunia ini. Hambatan apa yang membuat pola pikir Anda sulit diperbaharui?


2. MENGAGUMI APA YANG DIKAGUMI ALLAH (Luk. 16:15)
Salah satu hal yang diwariskan oleh generasi pendahulu kita adalah: membangun citra diri yang salah. Orang berjuang untuk menjadi seseorang seperti yang diidolakannya. Mengidolakan manusia makmur yang berlimpah harta, mengidolakan orang pintar yang terhormat, berpangkat, cantik, kuat, dll. Citra diri yang dibangun oleh manusia pada umumnya adalah sesuatu yang dapat dikagumi, dipuja dan dihormati manusia. Alkitab mengatakan apa yang dikagumi manusia dibenci oleh Allah (Luk. 16:15). Apa yang Anda lakukan agar tidak mudah tergoda dengan kekaguman-kekaguman palsu?

3. MEMFOKUSKAN HIDUP KEPADA KRISTUS (Ibr. 12:2-5)
Panggilan kita menjadi orang percaya adalah panggilan untuk menemukan gambar Allah yang sudah rusak atau hilang itu. Oleh sebab itu kita harus memiliki pengertian yang benar terhadap citra diri. Untuk ini kita tidak boleh takut ditolak dan tidak dihargai dunia. Dunia sekitar kita sudah rusak, kita tidak akan pernah menemukan citra diri yang dapat kita teladani. Saat ini mata kita harus tertuju kepada satu pribadi Agung yang menjadi teladan bagi kita semua (Ibr. 12:2-5). Pribadi itu adalah pribadi anak tukang kayu dari Nazareth, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana Anda menjalani kehidupan yang berpusat kepada Kristus? Usaha-usaha kecil apakah yang Anda lakukan? Daftarkanlah sepuluh hal yang paling dikagumi oleh manusia, dan daftarkan pulalah sepuluh hal yang paling dikagumi oleh Allah. Lalu buatlah studi perbandingan terhadap keduanya, apakah Anda melihat pertentangan diantara kedua kekaguman tersebut?


Share this:

Related Posts
Disqus Comments