Friday, September 5, 2014

MENJADI PRIBADI MURAH HATI

Di zaman yang penuh dengan gaya hidup individualistis dan egoistis seperti sekarang ini, memang terasa sulit kita menemukan orang-orang yang memiliki kemurahan hati. Hidup rohani mereka juga menjadi kering. Mereka tidak lagi memikirkan hubungan rohani mereka dengan Tuhan. Totalitas hidup mereka hanya untuk mengejar kenikmatan semata-mata. 

Tidak peduli merugikan orang lain atau tidak, yang diutamakannya ialah hidup dirinya sendiri. Ironisnya, gaya hidup individualistis dan egoistik itu bukan saja terjadi di kalangan sekular, namun menjadi trend hidup orang-orang Kristen yang notabene adalah pengikut Kristus yang terkenal dengan ajaran cinta kasih-Nya. 

Banyak orang berpikir bahwa kemurahan hati baru dapat dilakukan dalam kondisi serba berkecukupan. Benarkah demikian? Alkitab membuktikan bahwa banyak kali sikap murah hati justru ditunjukkan oleh orang-orang yang secara status sosial sangat miskin. Salah satu contohnya adalah janda miskin di Sarfat - 1 Raja-Raja 17:7-24. Dalam kekurangannya, ia memberikan minyak dan terigu miliknya kepada nabi Tuhan. Apa saja yang bisa kita pelajari darinya?


1. BERHARAP KEPADA JANJI TUHAN
Elia menyatakan janji Tuhan kepada janda di Sarfat itu; bahwa akan ada kecukupan yang diberikan Tuhan untuk kebutuhan jasmaninya. Elia menyatakan firman TUHAN, “Tepung dan tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan atas muka bumi” - 1 Raja-Raja 17:14. Hendaknya janji Tuhan yang diberikan kepada kita mendatangkan benih iman, sebagaimana janda di Sarfat itu. Apakah respon Anda ketika mendapatkan janji Tuhan? Percaya atau meragukannya? Mengapa?

2. BERTINDAK DENGAN IMAN
Frase, “Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia...” 1 Raja-Raja 17:15 menandaskan tentang tindakan imannya. Banyak orang Kristen mengaku percaya tetapi tidak mau bertindak. Iman bukanlah iman sampai ia diwujudnyatakan dalam tindakan. Iman adalah kata kerja aktif yang mendorong seseorng untuk taat, patuh dan melakukan kehendak Tuhan. Apakah definisi iman menurut Anda? Bagaimana Anda mempraktekkan tindakan iman atas janji Tuhan?

3. MENDAPATKAN KEMURAHAN TUHAN
Harapan dan tindakan janda di Sarfat itu kemudian membuahkan hasil (ay 16, 23). Minyak dan gandum itu tidak habis sesuai dengan janji TUHAN dan anaknya yang telah mati pun bangkit kembali. Kemurahan Tuhan berlaku bagi setiap kita yang mengharapkan janji-janji-Nya dan juga taat melakukan kehendak-Nya. Ceritakanlah pengalaman Anda mendapatkan kemurahan Tuhan dalam hidup Anda? Apa yang Anda rasakan? Mari kita mengambil komitmen ulang untuk menjadi orang-orang yang meneladani janda di Sarfat yang murah hati, taat kepada Tuhan dan akhirnya mendapat perkenanan Tuhan.





Share this:

Related Posts
Disqus Comments