Tuesday, January 27, 2015

CARA EFEKTIF MENGALAMI MUJIZAT YESUS

Ketika Yesus datang ke dunia, ada banyak tanda ajaib yang dilakukan-Nya. Dengan kasih dan kuasa-Nya yang besar, Yesus menyembuhkan orang sakit itu agar pulih dari penderitaannya.

Namun, ada banyak juga yang tidak sembuh. Jika hanya seorang saja, lalu bagaimana dengan sebagian orang yang berada di sana? Ada apa dengan mereka? Apa yang sudah dilakukan oleh orang kusta ini, sehingga ia disembuhkan dari penyakitnya? Berdasarkan Injil Markus 1:40-45, ada beberapa cara efektif yang bisa kita cermati dan menjadi contoh bagi kita.

1. Menghancurkan segala bentuk penghalang yang ada
Berdasarkan kepercayaan orang Yahudi pada zaman itu, kalau seseorang sudah terkena penyakit kusta, maka secara otomatis hidupnya akan tersisih, disingkirkan dan diasingkan dari lingkungan sekitarnya. Penderita kusta harus terisolir dari semua bentuk aktivitas sosial.

Penderita kusta dilarang untuk berkomunikasi, bergaul dengan manusia lain dan juga dengan Tuhan. Namun, kehadiran Yesus menghancurkan penghalang itu dan penderita kusta ini mempunyai pengharapan dan keinginan besar untuk dapat sembuh dari penyakitnya, dengan memberanikan diri datang kepada Yesus.

Sering kita tidak mendapatkan apa-apa dari Yesus karena kita tidak mau menyingkirkan penghalang yang ada dalam hidup kita. Seperti kekhawatiran, kesombongan, harga diri, sikap egois atau senang dengan dosa. Pada hal cobalah berlaku seperti orang kusta tadi, pasti mujizatlah yang akan kita dapatkan.

Untuk itu, hancurkan semua penghalang yang ada, maka kita akan mengalami jamahan Tuhan yang membebaskan, memerdekakan dan menyembuhkan secara total.

2. Tersungkur dihadapan Tuhan dengan kerendahan hati
Orang kusta itu datang sambil berlutut di hadapan Yesus untuk memohon belas kasihan dan anugerah kesembuhan bagi dirinya. Nada permohonan terasa benar dalam kalimat "...kalau Engkau mau".

Dengan kata-kata itu, dia hanya mengharapkan "kesediaan" Yesus untuk menyemuhkan. Kata-kata yang sederhana, namun menyiratkan kerendahan hati sang pemohon. Dalam hal ini, ia sadar betul kalau kesembuhan yang dirindukannya semata-mata karena anugerah Allah.

Hanya Tuhan Yesuslah yang menentukan dan membuka pintu jawaban atas pergumulan kita. Kalau kita mau meletakkan hidup kita di tangan Allah dan mengharapkan belas kasih-Nya, maka Tuhan Yesus pasti akan menjamah hidup kita.

Dan kalau Anda telah mengalami jamahan-Nya yang membebaskan, memerdekakan dan menyembuhkan Anda secara total, beritakanlah itu, saksikanlah itu kepada orang lain, agar melalui pengalaman rohani Anda itu, Allah dimuliakan dan orang lain juga mendapat berkat. 

Share this:

Related Posts
Disqus Comments