Tuesday, January 27, 2015

CARA EFEKTIF MENGGUNAKAN KARUNIA ROHANI

Karunia rohani adalah kemampuan-kemampuan khusus yang dianugerahkan oleh Allah melalui Roh Kudus kepada kita. Tujuannya supaya setiap kita dapat menggunakan karunia rohani tersebut untuk saling melayani dan membangun tubuh Kristus.

Karunia rohani diberikan supaya setiap anggota tubuh Kristus dapat berfungsi secara optimal dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan tubuh Kristus. Berdasarkan 1 Korintus 12:1-11, ada beberapa cara efektif menggunakan karunia rohani yang harus kita perhatikan.

1. Karunia rohani bukanlah upah kerja kita
Haruslah dipahami bahwa karunia rohani secara teologis itu merupakan anugerah Allah bagi kita. Oleh karena itu, kita harus menggunakan sesuai dengan kehendak Allah - 1 Korintus 12:11; Efesus 4:7.



Kita tidak bisa memilih atau menentukan karunia apa yang sesuai dengan keinginan kita, Allah sendiri yang menentukan karunia rohani apa yang tepat untuk kita. Jadi, gunakanlah karunia rohani itu sebagai ekspresi syukur dan kasih kita kepada Allah melalui penerapannya dalam pelayanan untuk membangun tubuh Kristus.

2. Karunia rohani bersifat unik dan istimewa
Allah senang dengan keberagaman tetapi juga menginginkan setiap orang tetap menjadi pribadi yang unik dan istimewa. Dengan demikian, tidak ada satu orangpun yang memiliki semua karunia, sehingga merasa jadi superstar dalam gereja.

Sebaliknya, tidak ada satu murid Kristus pun yang tidak memiliki karunia, sehingga merasa tidak berguna dan tidak bisa melayani dalam gereja. Tidak ada alasan untuk menyombongkan satu karunia dan merendahkan karunia yang lain. Semuanya sama-sama unik dan istimewa.

3. Karunia rohani tidak diberikan untuk kepentingan pribadi
Allah melalui Roh Kudus mengarunikan karunia rohani kepada kita bukan digunakan untuk kepentingan pribadi. Karunia rohani diberikan untuk kepentingan bersama - 1 Krointus 12:7.

Allah dalam kuasa, otoritas dan kedaulatan-Nya memberikan berbagai karunia rohani secara unik dan istimewa kepada setiap orang supaya anggota keluarga-Nya saling membutuhkan dan saling membangun. 

Jika Anda tidak menggunakan karunia Anda, maka Anda merugikan orang lain. Demikian juga sebaliknya, Anda sedang dirugikan orang lain jika mereka tidak menggunakan karunia untuk melayani.

Bila tiga hal di atas tidak dipahami dengan baik, maka dalam gereja akan muncul kecemburuan rohani satu sama lain karena perbedaan karunia, atau proyeksi karunia yang tidak membangun karena terlalu mengangungkan karunia tertentu dan kurang menghargai karunia yang lain. 

Untuk itu kita harus melihat karunia sebagai salah satu kunci untuk bisa menemukan kehendak Allah dalam panggilan pelayanan kita sehingga kita bisa mendayagunakannya secara produktif.  

Share this:

Related Posts
Disqus Comments