Tuesday, January 27, 2015

CARA EFEKTIF MENJADI PENGIKUT YESUS

Yesus tidak mencari orang-orang hebat untuk memenuhi rencana-Nya bagi dunia ini. Tetapi Dia mencari orang-orang biasa untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Setiap kita pun bisa Tuhan pakai apabila kita menanggapi panggilan-Nya dalam hidup kita.

Bagaimana cara efektif menjadi pengikut Yesus? Ini merupakan pertanyaan penting harus kita renungkan. Dan untuk menjawap pertanyaan tersebut, berikut dipapakarkan kepada pembaca di bawah ini berdasarkan Markus 1:16-20.

1. Bersedia mengikut Yesus
Kata yang Yesus gunakan dalam bacaan Alkitab di atas adalah kata "mari". Ini merupakan sebuah kata ajakan, di mana keputusan sepenuhnya ada pada pihak yang diajak, yaitu para murid dalam arti sempit dan juga kepada manusia dalam arti yang luas. Kerelaan yang didasari oleh sebuah kesadaran penuh dan bukan merupakan sebuah paksaan. Yesus ketika berkata "mari..." bukan suatu paksaan, intimidasi atau tekanan.

Siapapun kita, bisa dipakai oleh Yesus untuk melakukan hal-hal yang luar biasa asal kita dengan kesadaran penuh mengikut Yesus dengan segala konsekwensi logis dari keputusan untuk mengikut Yesus. Kerelaan ini juga, mancakup untuk menjalani hidup yang mungkin akan sangat berbeda dengan apa yang kita harapkan dalam hidup ini. Tetapi kesediaan kita untuk mengikut Yesus akan mengalami penyertaan-Nya dalam perjalanan itu, tidak peduli apapun yang akan terjadi.

2. Bersedia dibentuk oleh Yesus
Kata yang kedua dalam bacaan di atas yaitu kata "ikutlah". Kata ini menunjuk pada suatu sikap yang mau melangkah berjalan mengikuti Yesus. Suatu komitmen untuk dibentuk seperti yang Yesus inginkan.

Kerelaan kita diperlukan agar maksud Yesus tercapai. Mungkin jalannya tidak mudah dan banyak kesusahan tetapi bila kita rela, maka Yesus akan menguatkan kita. Pembentukan Yesus dalam hidup kita tentu memiliki tujuan agar kita menjadi seperti yang Dia rencanakan yaitu menjadi saksi-saksi-Nya yang militan.

3. Bersedia dipakai oleh Yesus
Kata ketiga dalam bacaan di atas yaitu kata "Kujadikan". Kata ini menunjuk pada rencana agung Yesus bagi murid-murid-Nya dalam konteks yang dekat maupun rencana-Nya untuk kita dalam konteks yang jauh yang mau mengikut Yesus. 

Rencana agung Yesus bagi kita bukan saja untuk menyelamatkan kita, tetapi jauh leih dari itu agar setiap kita menjadi alat di dalam tangan-Nya, sehingga orang lain juga bisa menjadi pengikut Yesus dan menjadi saksi-Nya. Jadi, setiap kita apapun yang menjadi latar belakang kita, Yesus rencanakan hidup kita menjadi hamba-Nya. Suatu posisi yang bukan saja dimiliki oleh orang tertentu saja tetapi semua kita yang percaya kepada Yeus.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments